Selasa, 2 April 2013..
Pagi ini aku terburu mengejar waktu, aku menaiki metromini
yang sesak, terduduk dengan paksa dengan sedikit mendumel tentang pengamen yang
berandil mengurangi spasi nyamanku, hingga akhirnya kusadari lagu apa yang
sedang mereka mainkan,
"Andaikan detik ituKan bergulir kembaliKurindukan suasanaBasuh jiwakuMembahagiakan akuYang haus akan kasih dan sayangmu"
Kenanganku melayang, meluaskan pikiran dari sekedar
memikirkan sempitnya hari, aku mengawang tentangmu, ayah.
Tanggal ini, setahun kemarin, terakhir kali aku melihatmu..
Tanggal ini setahun kemarin, kali terakhir aku mencium
tanganmu untuk pamit ke ibukota..
Tanggal ini setahun kemarin, aku masih berapi-api
menceritakan bagaimana bulan pertamaku di kantor baruku..
Tanggal ini setahun kemarin, aku masih kau hujani dengan
harapan dan doa-doa..
Tapi ternyata hari ini setahun kemarin, adalah hari
terakhirku melihatmu, setidaknya hingga hari ini..
Entah berapa kali aku kembali ke naung yang kusebut rumah,
namun tak kunjung kutemui lagi sosokmu disana.
Hanya kutemui foto-fotomu dengan kenanganku tentangmu yang
hampir habis kuingat..
Sisi lain ranjang mamaku yang sekarang kosong,
Dan sekotak tissue di samping sajadah yang setia menemani
tangis mamaku ketika merindukanmu.
Tanggal ini setahun kemarin,
Kita bahagia dalam kebersamaan..
Masih terdengar canda diantara kejenuhan rutinitas..
Ya, tanggal ini setahun kemarin..
Tuhan punya rencana atas kepergianmu, seperti dulu Dia punya
rencana atas kehadiranmu.
Tanggal ini di hari ini,
Aku merindukanmu, aku tahu aku menyayangimu.. Tapi aku lebih
memilih melampiaskan dalam diam atau berteriak lantang dalam sunyi doa.
Tuhan.. Aku sudah lama terbiasa dikecewakan oleh sosok
berfigur ayah, papa, bapak atau apapun itu mereka biasa menyebutnya.
I'm fine :)
Andika Winchester Saputra