"Aku kehilangan kata disaat ku kehilangan cinta.. Sekarang aku mulai belajar mencintai kata.. Agar aku ingat rasanya mencintai cinta..."

Saturday, February 14, 2015

Untuk kamu yang (pernah) menunggu.

Kamu mungkin pernah menunggu kata "sayang" dariku, dan merasa tak pernah mendapatkannya.
Walau kenyataannya aku mengungkapkannya padamu setiap hari, dengan cara yang mungkin tidak kamu sadari..

Kata sayangku ada di setiap genggam  tanganku untukmu,
Kata sayangku ada di setiap pelukku saat kamu ketakutan,
Kata sayangku ada di dalam setiap kecup yang kudaratkan dikeningmu saat kita akan berpisah,
Kata sayangku ada di detik yang berlalu saat aku melihatmu menjauh setiap kali kita melepas temu,
Kata sayangku ada di setiap pandang yang kubiarkan mengagumimu bahkan di saat kamu tak mengetahuinya.
Kata sayangku bertabur di payung yang kupegang saat melindungimu dari hujan,
Kata sayangku ada di setiap ucap yang kuungkap untuk membanggakanmu di depan teman-temanku.
Kata sayangku ada di setiap bujuk yang kucoba untuk meluluh restu.
Hingga pada akhirnya, kata sayangku pun masih ada di saat terakhir aku melihat punggungmu menjauh, meninggalkan banyak alasan yang sialnya hingga kini tak kuasa kuungkapkan.

Tak semua orang mampu mengucap kata yang bisa didengar, sebagian mengucapkannya dalam sesuatu yang dia harap bisa dirasa.

Andika Saputra

Friday, February 13, 2015

Degup

Hai Gadis,

Beberapa hari ini aku terlalu sibuk beraksara dalam nyata, hingga lalai menyapamu dalam kata.
Bertemu denganmu, terkadang membisukan lisanku..
Hingga saat ini degup jantungku masih kencang setiap kali menemukanmu.
Ingin rasanya kutarik dirimu dan kuajak berdansa dalam debar irama degupku.
Dan tak ingin kubiarkan degupku berlalu, karena tak ingin pula kulepaskan dirimu.
Degup itu saksiku jatuh untukmu,
Karena dalam degup itu, aku bisa menatapmu sekejap dan menemukan ratusan alasan kenapa aku rela jatuh kepadamu.

Andika Saputra


                                                    -HZD

Saturday, February 7, 2015

Suatu sore di sudut kota Jakarta..

I'm Sore hari, aku duduk di teras rumah yang entah milik siapa, menikmati makan siangku yang terlambat.

"Adi.. Mau minta maaf.." Teriak segerombolan anak di depan rumah seseorang..
Suatu hal yang menarik perhatianku, segerombolan anak tersebut terus berkata begitu di depan orang tersebut. Aku tersentil, bagaimana maaf masih begitu mu(r/d)ah di dunia mereka.
Seolah aku dan mereka mempunyai dunia yang jauh berbeda.

Tawa mereka yang melanjutkan permainan memecah lamunku, aku tersenyum sendiri, menahan malu dalam hati, sadar masih seringkali aku terlalu kikir memberi maaf pun terlalu tinggi hati untuk meminta maaf.
Hanya beberapa menit, mereka mengajarkanku bahwa maaf yang mudah menjauhkan kita dari kebahagiaan yang rumit.
Bahwa kadang satu-satunya hal yang menghalangi keakuran adalah rasa gengsi, sesuatu yang bahkan tidak ada di dunia mereka.

Mereka pun pergi, lalu aku membayar makananku dan berlalu.

Andika Saputra

Thursday, February 5, 2015

Di belakangmu.

Gadis,

Kamu tahu rasanya hanya bisa membelaimu dengan senyum?
Kamu tahu rasanya hanya bisa menyapamu dalam lisan yang terbatas?
Terlalu banyak senyum dan pandang yang kusembunyikan di belakang punggungmu..
Banyak kesal yang kukecap di belakangmu hanya karena ucap yang terlalu beku untuk terungkap di depanmu..
Tahukah kamu seberapa sulit aku melepas detik-detik dimana kamu mulai hilang dari pandangku?
Aku seperti anak kelaparan yang memungut setiap remah roti yang tercecer..
Terkadang aku hanya ingin melihatmu, menyimpannya baik-baik dalam memoriku, dan berharap semua itu cukup hingga pertemuan selanjutnya.
Tapi, seperti yang kuduga, itu tak pernah cukup.
Tak pernah akan cukup..

Karena aku terlanjur mencandu pada rindu..
Karena aku memilih untuk tidak patuh pada logika, walau resikonya adalah patahnya hati.
Karena logika tahu apa yang benar, namun hati tahu apa yang membahagiakan.

Andika Saputra


                                                    -HZD

Tuesday, February 3, 2015

Untukmu lagi, Gadis..

Gadis,
Sore ini..
Aku menulis lagi untukmu, aku sadar tentang seberapa besar aku merindukanmu..
Seberapa besar aku kehilanganmu, saat orang yang biasa kucari saat ku bahagia ataupun meratap airmata, tak lagi ada disana.
Terlalu mudah bagiku merindukanmu,
Terlalu mudah bagiku jatuh cinta padamu, lagi, lagi dan lagi.

Sore ini,,
Aku melihatmu, dari jauh..
Jantungku berdegup, cemburu kepada matahari yang leluasa mencumbu bibirmu dengan sinarnya, kepada angin yang membelai rambutmu tanpa rasa enggan, kepada cermin yang dengan riang memantulkan jelitamu..
Keinginanku atasmu, justru menakutkanku..
Karena kesetiaanmu kepadanya, melumpuhkan keberanianku..

Andika Saputra

-HZD

Monday, February 2, 2015

Aku tak ingin kemana-mana..

Gadis,
Aku selalu ingin menjelajah dunia,
Berjalan keujung dunia,
Menapaki seluruh lekuk semesta,
Namun saat bersamamu..
Aku tak ingin kemana-mana..
Bersamamu, dunia menghampiriku..
Bersamamu, duniaku tak berujung..
Dan didalammu, kutemukan semestaku..
Bersamamu, adalah tamasyaku..

Andika Saputra

                                                     

Sunday, February 1, 2015

Doa ditengah hujan.

Hai Gadis,

Sore ini, hujan di kota kelahiranku turun dengan deras..
Di kota ini, aku selalu ingin jatuh cinta, dia seolah mengingatkanku tentang seberapa lupa aku akan waktu di saat aku tidak merindukanmu..
Di kota ini, aksara tak akan pernah habis, tak peduli seberapa sering kita menuliskan rasa..
Gadis, sore ini, aku ingin menyibukan Tuhan lagi, semoga kelak Tuhan meluluh dan mengizinkanku setidaknya ada di pikiranmu..
Biarkan ketukan bulir hujan jadi melodi yang iringi kepakan sayap doaku ke atas sana.

Gadis,
Aku berharap kamu jatuh cinta kepada seseorang yang menjauhkanmu dari perasaan tidak diinginkan..
Aku berharap kamu jatuh cinta kepada peluk yang selalu bisa menenangkan tangismu. Walau akupun berharap kamu jatuh hati kepada dia yang tak pernah membuatmu menangis sedih.
Gadis,
Aku berharap kamu jatuh cinta kepada lengan yang cukup kau percaya untuk kau dekap saat ketakutan menghampirimu..
Aku berharap kamu jatuh cinta kepada seseorang yang melihat semestanya saat dia melihat jauh ke dalam matamu, kepada dia yang mendengarkan merdu dalam setiap desah nafasmu.

Lebih dari semuanya, aku berharap kamu jatuh cinta kepada seseorang yang takkan pernah mencampakanmu, kepada dia yang selalu melihatmu sebagai sebuah prioritas..
Aku berharap kamu jatuh cinta kepada sepasang kecup dimana disanalah keningmu menemukan tenang.

Semoga kamu jatuh cinta kepada seseorang yang mencintai saat terbaikmu dan tak berubah saat kamu ada di titik terburukmu.
Semoga kamu jatuh hati kepada seseorang yang bisa membuatmu tertawa bahkan di saat kamu benci untuk tersenyum..

Dan, aku berharap orang itu adalah aku.
Jika bukan aku, aku berharap Tuhan memberikan kebesaran hati untukku merasa bahagia melihatmu bahagia bersama jawaban dari doaku sendiri.

Andika Saputra


                                                     -HZD