"Aku kehilangan kata disaat ku kehilangan cinta.. Sekarang aku mulai belajar mencintai kata.. Agar aku ingat rasanya mencintai cinta..."

Thursday, December 15, 2011

Senja..


Senja..
Mengapa namamu selalu menarik untuk kuucap? Mengapa kesederhanaan nama itu selalu meresap jika dirasa?

Senja..
Engkau adalah batas antara siang dan malam..
Sang pembeda antara terang dan gelap..
Sang pemikat raga dengan kilatan cahaya jingga..
Engkau tiba dan menghilang sekejap, tapi pesonamu melebihi teriknya siang dan abadinya malam..

Senja..
Engkau hadir disaat titik tercantik mentari..
Engkau menuntun sang mentari renta itu ketempat peristirahatannya di malam hari..
Engkau lah sang senja..
Titik netral dimana tidak ada panas dan dingin.. Hanya kehangatan..
Titik temu dimana tidak ada emosi dan logika.. Hanya cinta..

Senja..
Engkau lah pemisah antara sang budak siang dan pecinta malam..
Pemisah antara penguasa ego dan pemburu nafsu..
Padahal engkau hanya sesosok senja..

Senja..
Banyak orang memuja namamu..
Menyembah kecantikanmu..
Tapi kau seolah tak peduli..
Kau tetap merendah dengan segala pesonamu..
Seolah kau berkata.. "aku hanya untuk kalian pikat.. Bukan dimiliki.."

Senja...

Tuesday, December 13, 2011

Dunia dimana kamu tidak ada...


kamu..
Lihatlah sosok ini.. Lihatlah sosok yang pernah kau hancurkan berkeping keping dengan keangkuhanmu ini..

Aku tersenyum disini, di dunia dimana kamu tidak ada..
Aku menari disini, di dunia dimana kamu tidak peduli..
Aku mencintai diriku disini, di dunia dimana kamu tidak lagi mencinta..
Di dunia yang selama ini aku anggap tidak ada..

Terimakasih atas semua rasa sakit yang akhirnya membawaku ke dunia ini..
Terimakasih atas segala penolakan yang membimbingku keluar dari kotak imajiku tentang kita..
Terimakasih atas luka yang menyadarkan aku untuk pergi, bukan karena aku tidak mencintaimu.. Tapi karena aku mencintai aku..

Aku pernah bermimpi, dan aku menganggap kamu satu satunya cinta yang bisa melihat mimpiku..
Tapi justru kamu satu satunya yang tidak melihat mimpiku.. Karena kamu menolak terpejam bersamaku..

Aku menganggapmu matahariku, tapi aku salah.. Ternyata kamu awan yang membuatku tak bisa melihat matahari..

Selamat datang, aku..
Selamat datang keteguhan hati..
Selamat datang di dunia dimana aku bisa berteriak dengan lantang..
Bahwa aku bahagia berada disini..
Di dunia dimana kamu tidak ada..

RIP Mang Encen


Friends,

Pernahkah kamu ngebayangin "pahlawan" yang ga pernah kamu sadarin?
Pernahkah kamu ngebayangin "kawan" yang mungkin kamu lupain?
Childhood hero? Bukan tokoh besar atau superhero..
Tapi mereka yang berjasa atas hal hal yang menurut kita sederhana, atas keikhlasan yang kadang tak pernah kita nilai..
Untuk saya, jawabannya "Ya"..
Itu ada dalam diri Mang Encen, seorang tukang becak di deket rumah nenek, di Jl. Paledang, Bandung..
Buat sebagian orang dia mungkin bukan siapa-siapa, tapi bagi saya sosok lelaki tua itu adalah salah satu yang mengisi kenangan berharga masa kecil saya yang abu abu..
Seringkali saya dibecandain oleh beliau, senyum ramah dan hangatnya tidak sedikitpun berkurang walaupun beliau tidak sesempurna kita secara fisik.
Kadang saya menumpang becaknya untuk sekedar berkeliling sekitaran rumah, kadang pula menjemputku saat TK, jika alm. Kakek ga bisa ngejemput, bahkan saat saya kabur dari rumah dan tinggal di sebuah rumah kosong pun, beliau yang dengan ramahnya menemani saya..

Pecahan pecahan kenangan itu yang mendorong saya untuk menemuinya, sejak setahun lalu, beberapa bulan lalu.. Tapi baru hari ini saya benar-benar bisa datang ke tempat dimana dia biasa berada.. Jl. Paledang..

Saya mengendarai motor saya kesana, melihat sekeliling tapi tak sedikitpun saya temui sosoknya disana, akhirnya saya pun mencoba bertanya pada seorang tukang becak yg saya kenal juga sejak kecil..

Dan ternyata justru kabar yg mengiris hati yang saya dengar, mang Encen sudah wafat, hanya beberapa bulan lalu, sehabis lebaran.. Beliau memang bukan keluarga, tapi beliau punya ruang di kenangan masa kecil saya.. Rasa sesak itu yang buatku tak kuasa menahan rasa sedih. Air mata pun mengalir di hari pertama saya menjejakan kaki saya disana untuk mencari beliau..
Rasa sesal mengusik, kenapa tidak dari waktu itu saya datang? Kenapa selalu tertunda?

Selamat jalan Mang Encen, beristirahatlah disana.. You will always be a special role in my childhood memory,,

Rest In Peace, Mang Encen..
Million prayers i send to you today..



-ditulis di Jl. Lengkong Kecil, sesaat setelah kabar itu saya dengar-

I love you with unusual ways..


“In the mirror stands a lover with a broken heart..
... must you go away? My love
I fight my inability.. i scream.. in dreams..”

Must You Go Away – Daniel Sahuleka

I love you with unusual ways..

I love you with unusual ways..
The way that you may not imagine.
But trust me, there is love behind it all.. for you..

I threw away my strenght, just to loving you..
Trying so hard to respect you with all my dignity..
Admiring you with all of my pride..
Even sometime i scream in silence, so you dont have to hear me..
And you know what? There is love behind it all.. for you..

I love you with unusual ways..
Probably, in a ridiculous way..
I let my body shivering hard to hold my emotion,
And let you hurt me with all of your behaviour, and i can only see you through my impeded tears.
And again, there is love behind it all.. for you..

I love you with unusual ways..
Even when i went away from you..
Let you crying on my back..
I was cry, but i need to tell you the lessons..
But i need to give space to myself.. to breathe.. freely..
Just to ask myself “how are you?”
And for the last time, there is love behind it all.. BUT this time, that love is for myself..

I just cant let me hurt myself anymore..

Last letter...

“It’s not right, not OK.. Say the words that you say.. maybe we better of this way?
Im not fine, im in pain.. its harder everyday.. maybe we better off this way? Its better that we break..”
–Better that we break, Maroon 5-

Rani..
Satu helaan nafas, kuhembuskan..
Ribuan rasa sesak ingin kumuntahkan, jutaan rasa perih ingin kuteriakan..
Jika kau melihat getaran mata ini menahan tangis, jika kau melihat gemetaran raga ini meredam asa..
Jika kau merasakan hati ini berlumuran rindu.. mungkin kau akan tahu..
Jika kau tahu sebagaimana indera ini menginginkanmu.. mungkin kau akan sadar..
Kupinang kata demi kata untuk kuuntai dalam tulisan, karena tak kunjung ku temukan lisanku..
Dalam kata ini kutitipkan rindu, tangis, cinta dan ikhlasku... ya ikhlasku untuk melepasmu..

Kusembunyikan rasaku dalam setiap goresan ini, agar hanya tegar dan angkuh yang dapat kau lihat dari raga ku..
Kusembunyikan setiap butiran air mata, agar hanya kekerasan yang kau lihat dari sikapku..
Itulah diriku, yang ingin kuperlihatkan padamu, sebuah kerapuhan yang bercangkang kepalsuan sikapku..
Aku berdarah, aku tidak baik baik saja.. perasaan ini semakin hari semain mendesakku..
Memojokanku ke sudut kehampaanku, sudut dimana sekarang aku tinggal.. tanpamu..
Tapi, kamu tahu? Mungkin kita lebih baik begini...
Sekali lagi aku terluka.. dan ku tahu kau juga..
Altar itu, mimpi itu, nama-nama itu.. simpan di ruang itu, di dalam hatimu, karena aku pun begitu..

Cinta dan kebahagiaan ternyata butuh pengorbanan, walau ternyata yang harus dikorbankan itu adalah cinta itu sendiri.. simpan kebahagiaan itu untukmu, dan masa depanmu.. yang mungkin tanpa aku di dalamnya..
Kamu tahu? aku punya cinta, besar.. bahkan mungkin terlalu besar.. tapi terkadang cinta membuktikan kekuatannya, menegaskan bahwa cinta itu ada hanya untuk cinta itu sendiri, bukan untuk dimiliki..
Aku tidak baik baik saja.. berusaha menjadi angkuh itu menyakitkan! Bersikap keras itu melukai, bahkan untukku.. apalagi di depanmu.. cinta megahku..
Cinta aku, cinta kamu, kita memang ada untuk dicintai dan diungkapkan.. tapi cinta juga terkadang datang hanya untuk membantu kita mengerti siapa diri kita. Mungkin itu yang sedang Tuhan sampaikan pada hati kita..

Hari hariku sepi, Rani..
Semakin hari semakin sepi,tapi tak ingin kutebak hari harimu..
Karena itu harimu, bukan hariku..
Aku menangis, dan kau pun juga.. aku tahu kita terluka.. aku tahu kita terjatuh.. terbenam..
Tapi hidup itu hanya sebuah fase, bukan?
Kelak kita akan tersenyum, menangis lagi, terbahak, meringis lagi, tapi itu namanya hidup kan, Rani?
Cari lah senyummu, carilah bahagia mu.. cari lah belahan sayapmu..
Temui imam mu, jadi lah rusuknya yang hilang.. nyamanlah kamu didekapannya, bermanjalah kamu diiringi detak jantungnya..
Aku akan bahagia, Rani.. insya Allah.. karena mungkin semua itu tidak bisa kau dapat dari aku..
Temukan semua rasa mu, Rani..
Dan aku akan temukan rasa ku..

“maybe we better off this way? Its better that we break..”
Ya mungkin kita lebih baik seperti ini..
Berjalan masing-masing, mencari asa yang tercecer..

Aku....
Sayang..
Kamu...
Rani...


Andika Winchester Saputra

Oh well.. maybe just maybe..


Oh well..there’s still tomorrow..
Oh well..i’ll try again..
Oh well..maybe just maybe..

-Oh well, boyz II men-


Tuhan, boleh kah sore ini aku mengemis senyuman?
Tuhan, waktu hariku habis hanya untuk menahan rasa ini..
Aku ingin menangis sejadinnya, meronta tanpa ada hambat,
Tuhan, haruskah aku bertahan? Menjalani rasa yang saling menyakiti ini?
Hanya karena rasa bahagia untuk tidak berpisah? Walaupun bersatu hanya untuk melukai rasa dan asa sesama?
Tuhan, aku lelah dengan tanda tanya ini..
Ya, mungkin aku gagal..
Lagi..
Maaf, aku tidak tahu siapa yang mengecewakan dan dikecewakan..

Tuhan..
Jika memang dia, kekalkan lah.. jadikan lah dia “hawa” bagi ke-adam-an ku..
Jika dia memang rusukku yang hilang, maka jadikanlah dia ma’mum sejatiku yang akan bersujud padaMu dari belakangku saat shalat..
Mengamini setiap Al-fatihah dalam shalatku bersama buah hati kita kelak..
Menaburiku dengan doa dan bunga ketika ku mendahuluinya..
Tapi Tuhan..
Jika bukan dia, tolong jauhkan kami dari perasaan saling menyakiti..
Dari perasaan sayang yang berbuah luka..
Biarkanlah kami menemukan ma’mum dan imam kami..
Biarkan kami merangkai cerita kami masing-masing tanpa melukai..
Tanpa lepasnya silaturahim.
Jauhkan kami dari sayang yang memaksa..
Jauhkan kami dari segala ego dan kekerasan hati akan keputusanMu..

Tuhan, cincin itu menatapku, seakan tidak percaya..
Seakan berkata:
“jangan pisahkan kami..”
Tapi aku hanya bisa menjawab:
“aku berharap hubunganku bisa seperti dirimu, murni dan tak berujung... tapi sekarang mungkin belum waktuku untuk dapatkan itu..”
“suatu saat kita pasti bertemu,walau dengan bentukmu yang berbeda..”
Dia pun menangis, tapi mengerti.. dia mengerti karena setiap denyut di jari manisku ini selalu dia rasakan..

Tuhan, engkau yang maha tahu perasaanku,
Kau yang maha tau akan apa yang ada dibalik kediamanku ini.
Ya Tuhan, pulihkan dia dari semua rasa sakit..
Jauhkan dia dari semua ketakutan..
Lepaskan dia dari semua beban, atas semua luka dan kesalahanku..

Oh well.. mungkin nanti..
Akan kucoba lagi..
Maybe just maybe..





Andika Winchester Saputra

Jakarta..


Jakarta..

Jangan coba-coba melamar kota ini..
Semua lamaran akan ditertawakannya..

Jika kau memang menaruh hati, rayu saja dia, mungkin kau dapat menggodanya..
Tapi jangan berniat untuk mengikatnya..

Karena ia milik beribu-ribu kekasih, dari seluruh penjuru nusantara..

Surat Putra Untuk Rani 3


2 Desember 2010

“Pergilah kasih kejarlah keinginanmu, selagi masih ada waktu..
Jangan hiraukan diriku, aku rela berpisah demi untuk dirimu, semoga tercapai semua keinginanmu..”
-Chrisye-

Dear Rani,
Aku benci, benci saat harus membiarkan jari ini menulis lagi.. aku BENCI Rani, aku tak ingin menulis lagi..
Karena aku tau, yang dapat kutulis hanya kesedihan,
Karena aku tau Rani, yang bisa temani tarian jari ini hanyalah deraian air mata.
Dan aku tidak mau merasakan rasa pedih itu lagi,
Maaf Rani, atas luka dan beban yang ku berikan, saat prosesku menunjukan kemana arah kita.
Rani, kamu tau? Saat kau memilih mundur, aku hanya bisa bersikap seangkuh mungkin, aku tidak mau melihat matamu Rani, atau lebih tepatnya AKU TAKUT menatap matamu rani..
Itu benteng terakhir ku Rani, saat aku mencoba bersembunyi dalam kekokohan palsu dari sebuah dinding bernama “angkuh”, sesungguhnya hati ku telah ambruk seketika, sesaat setelah kamu bilang kamu ingin mundur..
Sesungguhnya air mataku hanya berjarak seujung daun lagi untuk jatuh, itulah mengapa aku tidak ingin menatapmu, aku tidak ingin melihat wajah indahmu melalui derai air mataku..
Sekarang 23.23 Rani, dan tanpa kusadari imaji ini tengah melayang kepada alunan memori dimana kita melewati semua kilasan waktu bersama,
Kita kalah lagi Rani, ya lagi, lagi dan lagi.. mungkin kamu memang bukan untukku, dan aku pun bukan untukmu.
Mungkin ini saatnya kita untuk saling merindu Rani, saling merindu sesuatu yang tak mungkin akan kembali, sesuatu yang hanya akan menjadi kenangan kita bersama, sesuatu yang pernah menjadi bagian terindah dalam hidupku. Atas seseorang yang menjadi bagian terindah hidupku.
Aku bakal menghilang Rani, aku pun bakal mundur, dari setiap relung kehidupanmu, dari setiap lorong indah dalam hatimu yang pernah kumasuki, aku bakal hilang Rani, aku janji.. agar tak ada lagi rasa sakit dalam dirimu karena aku..
Rani, kamu pergi saat aku mulai berpikir (lagi) tentang pernikahan, tentang buah hati, tentang semua mimpi kita yang sempat terlupakan karena pertengkaran kita, tentang aku, kamu, dan keluarga kecil kita.
Kamu percaya Rani? Mungkin bahkan mereka sekarang belum ada, tapi kamu tau Rani? Saat malam itu semua yang ada dalam otakku hanya berputar tentang nama2 itu “keenan, quilla, athena...” lucu memang, karena sampai saat ini pun mereka belum benar-benar eksis, tapi impian tentang mereka yang pertama kali hancur ketika aku menyadari bahwa keadaan kita seperti ini.

Maaf Rani, Masih banyak yang ingin aku tuangkan disini, tapi........
Aku tak bisa.............

Maaf untuk semua yang terlambat kulakukan..
Semua yang tak sanggup kujanjikan..
Semua yang tak sempat kuungkapkan..
Semua yang tak tepat kukatakan..
Semua yang tak usai kujalani..
Dan semua yang yang tak ingin ku ingkari..

Semua..

Terimakasih Rani...

Surat Putra Untuk Rani 2


September 7th, 2010

In a bright day and a cloudy feeling..

Yang aku ingin hanya pengertianmu..Tuk sedikit saja pahami maksudku..Yang aku ingin hanyalah agar kau mau..
Sekedar…mengerti aku.. - abdul and the coffee theory –

Dear Rani,
Sekarang aku mengerti, ternyata semua salahku.. hanya aku dan keraguanku..
Keraguan akan ketakutan untuk menyakiti hubungan ini lagi di waktu yang akan datang,
Karena rasa perih saat terjebak dalam situasi seperti ini tidak pernah berubah..
Masih menyakitkan seperti dulu, kemarin, dan hari ini..
Menyisakan kompleksitas perasaan yang menyiksa, menjengahkan..



Tapi Rani, percaya aku..
Sikap aku yang seperti ini, bukan karena aku tak sayang kamu, bukan sama sekali..
Rasa sayang ini, rasa rindu ini, masih setia berkiblat padamu..
Rasa kehilangan ini masih membelenggu nurani dan intuisiku, yang kadang mampir hanya untuk memeras air mata ini hingga habis dan pergi berlalu tanpa mau tahu bagaimana rapuhnya aku..

Yang memaksaku untuk hanya melamun melihat tembok kamarku yang membisu dalam 4x24 jam ini.
Aku pergi Rani, aku pergi... menjauh..
Bukan karena ku sanggup hidup tanpamu, bukan sama sekali..
maaf aku hanya memunggungimu tanpa ku pamit, sehingga kau tak usah melihatku menangis (lagi) di depan mata indahmu.
Aku butuh kamu Rani, lebih dari yang kamu tau, lebih dari apa yang bisa kamu translasikan dari sikapku..
Cincin ini masih jadi bagian ku, dan akan seperti itu selama rasa sayang ini masih menjadi jalanku padamu, karena buatku cincin ini bukan refleksi suatu hubungan, tapi refleksi suatu perasaan sayang aku padamu..

Pahami maksudku Rani, pahami ketersesatanku..
Ini sudah tengah malam Rani, tapi hatiku masih menjerit, meringis setiap kali kuingat semua memori indah itu..

Aku benci malam hari Rani, Ku biarkan mata ini terjaga, hanya karena aku terlalu pengecut menghadapi bunga tidurku.. karena memori ini hanya ingin mengingatmu..
Suara binatang malam hanya bersuara lantang seakan memakiku dengan pongahnya, hati ini bebal dan terjebak antara segumpal ego dan sekerat asa yang terbaca dalam mimpi-mimpi indah yang pernah terlewat.

Tapi..
Aku akan banyak belajar dari remah-remah hikmah ini, sekedar belajar jika tertawa dan menangis itu hanya sebuah siklus seperti pergantian siang dan malam..
Ini semua akan kujadikan bijaksana Rani, nestapa dan lirih ini hanyalah inspirasi..
Terimakasih Rani..

Aku sayang kamu, Rani.



Putra.

Surat Putra Untuk Rani

September 6th, 2010

In a heavy rainy day..

Dan ku tak mampu..Menjalani semua..Hari-hari tanpamu..Dan aku tak tahu..Apa yang kulakukan..‘Tuk dapat melupakan kamu
Itulah prosesku..Melupakanmu…
” -Abdul and the coffee theory-

Dear Rani..
Hanya lagu itu yang iringi jeritan bisu hatiku.. yang ga mungkin orang tau,
Ya.. Rani, kamu pun mungkin ga akan pernah tau, kamu sosok yang selama ini temaniku, mungkin tak pernah tau apa yang aku rasakan sekarang, karena mungkin kamu terlalu sibuk bermain dengan perasaan buatan mu.

Ya..yang kamu tau hanya sosok aku yang angkuh, egois, acuh, dan apalagi kata yang bisa definisikan aku di mata kamu..

Rani..kamu tak pernah tau seberapa banyak tangisan yang aku sembunyikan jauh di belakang punggung indahmu, seberapa banyak sakit yang ku pendam sendiri, seberapa jauh batas yang ku urai untuk tetap bersamamu..

Ya, sekali lagi yang kamu tau hanya aku Putra yang angkuh dan egois, yang tak pernah kamu tau klo itu salah satu caraku untuk sembunyikan seberapa rentannya aku.. karena aku selalu ingin terlihat kuat didepanmu, karena aku ingin selalu terlihat tegar di mata mu. Karena aku berusaha untuk menjadi sosok tanpa cela di hatimu..

Rani, kamu tau kenapa aku pengen kaya gitu?

Karena aku ingin menjadi “Perfect Putra di dunia Perfectionist Rani”

Suatu obsesi kecil yang kadang buat ku terlupa akan lukaku sendiri, akan dunia ku, yang ternyata bukan hanya tentang kamu, kamu dan kamu..

Dunia ini ternyata tentang kita.. aku, kamu, dia, mereka, hidupku yang tanpamu, hidupmu yang tanpa aku, hidup kita.

Karena kamu tau Rani? Aku sayang kamu..
walau kadang aku tak memperlihatkannya.. tapi aku sangat sayang kamu..
Bahkan saat emosi dan ego ini meluap, rasa itu tak pernah berubah,
Bahkan saat kau bertahta dengan angkuh di atas kekhawatiranku, rasa ini semakin kuat..

Di saat aku bersikap seolah tidak peduli, batin aku sakit, Rani! Nurani ku berperang, bersikap tidak peduli tidak sesederhana yang kamu pikir, karena kekhwatiran itu tetap meraja.
Tapi sekarang semua ini berakhir dengan kata benci, kata yang aku pun ngeri untuk sekedar membayangkannya.. yah, mungkin kita gagal..
Kita gagal jadiin sayang kita sebagai sesuatu yang bisa dengan kuat satukan kita, sayang pun akan terluka jika terus dilukai oleh ego.

Sekarang aku, dengan hidupku.. kamu dengan hidupmu..
Saling memunggungi untuk menangis sejadinya, mengemis untuk sekedar bisa tersenyum..
Mudah-mudahan irisan sakit hati ini bisa menjadi setapak menuju kedewasaan kita..untuk jalani hidup..

Walaupun bukan denganku..

Aku sayang kamu Rani..




With tearless cry

Putra

JANGAN BERI AKU ALASAN UNTUK MENCINTAIMU… KARENA KELAK AKU AKAN MENINGGALKANMU DENGAN ALASAN ITU…


Rani mengeluh kepada kekasihnya, setiap kaliRani bertanya kepada tunangannya..
“kenapa sih kamu kok bisa cinta aku??” tunangannya hanya menjawabnya dengan senyuman, bukan sekali atau dua kali, namun puluhan kali Rani tetap mendapat jawaban yang sama..
suatu sore Rani tengah duduk sambil bercerita ala para wanita bersama teman temannya.

Nia,Puspi, dan Shinta..
Rani iri terhadap teman-temannya, mereka selalu punya alasan mengapa tunangannya mereka memiliki alasan setiap kali ditanya “kenapa kamu cinta aku”..

Nia suka bilang, suka sama dia karena Nia orangnya cantik

sedangkan Puspi, dia cinta Angel karena Puspi anaknya BAIK, ASIK, dan tentu saja cantik

kemudian Shinta, Shinta bilang.. “ suka sama aku gara2 denger aku jadi vokalis band di kampus, katanya sih suaraku bagus dan unik., dia selalu bilang.. “bersyukurnya aku, Istri BAIK, CANTIK, PINTER NYANYI LAGI…”


Sedangkan Rani.. lagi dan lagi tidak punya jawaban.. karena tunangannya tidak pernah mengatakannya..,,
Rani kecewa.. “Berarti tunangannya tidak mencintaiku lagi” !!! Rani mengambil garis besar dari apa yang di alaminya.. mereka semua punya alasan.. sedangkan kamu enggak pernah punya… .. kekasihnya hanya diam.. dia seperti ingin mengatakan sesuatu kepada Rani.. tapi Rani tidak memberinya kesempatan.. Rani melangkah penuh rasa kesal..

Suatu hari Rani pergi keluar kota bersama teman2nya.. jalanan penuh dengan kabut tebal.. hujan turun sangat lebat.. Rani kehilangan control mobilnya.. mobil terjun bebas kedalam jurang..

Gelap..

sunyi..

hilang..

Rani tersadar dalam keadann yang berbeda, Wajahnya penuh luka gores yang dalam, bekasnya membuat Rani menjerit sejadi jadinya..

tapi lagi lag iRani tidak bisa menjerit seperti biasa, lidahnya kelu… dokter masih kesulitan mengobati saraf lidah miliknya.. ada sesuatu yang salah pada lidah Rani.. ia tidak bisa menggubakannya untuk berbicara..

Belum habis kesedihannya.. saat akan melangkah Rani kesakitan.. karena kedua kakinya di Gips.. ia mengalami patah tulang parah akibat tergencet Dashbor mobilnya.. beruntung orang tuanya tidak mengijinkan dokter untuk mengamputasi kedua kaki Rani..

Rani benar2 terpukul..

Di tempat pemulihan, Rani yang tengah duduk diatas kursi roda.. memandangi hijaunya lembah yang bergurat hebat 4 bulan sudah Rani berada disana, namun Rani belum merasakan perkembangan yang menggembirakan.. kakinya masih saja lumpuh.. lidahnya masih belum mampu berrkata sepatah-pun.
sedangkan wajahnya.. hingga hari itu, Rani enggan melihat cermin…

Suatu pagi , seorang pemuda datang, ia menghampiri Rani di tempatnya biasa duduk. karena Rani belum bisa berbicara, Rani hanya menulis ucapannya pada selembar kertas..

“Kenapa kamu kesini??

“aku kesini pengen ketemu kamu Ran..”

“kemana aja kamu selama ini?? kamu malu ya punya mantan calon istri yang Cacat??

pemuda itu tersenyum.. “aku enggak malu Ran


“kenapa kamu punya fikiran buat ketemu aku lagi, bukannya dulu aku udah marahin kamu, apalagi sekarang aku Cacat, aku Buruk dan sudah enggak bisa apa-apa lagi.. aku udah enggak berarti..” Rani menangis…

pemuda itu memandang lekat wajah Rani..

“kamu tau Ran, Dulu , aku enggak bisa menjawab ketika kamu selalu bertanya , mengapa aku mencintai kamu… kalau dulu kukatakan aku mencintai kamu karena kamu pandai bernyanyi, tentu setelah keadaan kamu seperti sekarang, tidak ada alasan lagi bagiku mencintai kamu, kalau kukatan aku mencintaimu karena kamu pandai manari, masih adakah cintaku setelah kakimu tidak dapat digerakkan lagi, setidaknya sekarang??? dan kalu kukatakan karena wajahmu yang cantik dan menarik, tentu cintaku hilang setelah wajahmu cacat dan jelek..

“Jadi.. Dari dulu sampai sekarang hingga Nanti. Aku mencintaimu tanpa Alasan.. “aku mencintai apa adanya kamu”

Rani menangis ..terharu

Cinta adalah.. Memberi… memberi… dan memberi.. cinta yang murni tidak pernah meminta, tidak pernah menuntut, ia hadir tanpa pamrih, ia penuh dengan keiklasan…
Dengan cinta hidup terasa manis.. indah dan sempurna..
ingat tidak saat masih pacaran.. pacar jerawatan dibilang sebersih embun, badan pacar gendut dibilang seksi dan menawan.. dan banyak lagi pembenaran lainnya.. tapi banyak diantaranya setelah menikah,, semua itu seperti lenyap.. kenpa?? “karena kita memiliki alasan….”

AKU MENCINTAIMU KARENA AKU TAK MEMPUNYAI SATUPUN ALASAN..
BEGITU JUGA AKU.. AKU TAK MEMILIKI SATUPUN ALASAN UNTUK MENINGGALKANMU..

JANGAN BERI AKU ALASAN UNTUK MENCINTAIMU… KARENA KELAK AKU AKAN MENINGGALKANMU DENGAN ALASAN ITU…

Orang yang mencintai kamu


1. Orang yang mencintai kamu tidak pernah mampu memberikan alasan kenapa dia mencintai kamu. Yang dia tahu di hati dan matanya hanya ada kamu satu-satunya.

2. Walaupun kamu sudah memiliki teman istimewa atau kekasih, dia tidak perduli! Baginya yang penting kamu bahagia dan kamu tetap menjadi impiannya.

3. Orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya, di hati dan matanya kamu selalu yang tercantik walaupun mungkin kamu merasa berat badan kamu sudah bertambah.

4. Orang yang mencintai kamu selalu ingin tau tentang apa saja yang kamu lalui sepanjang hari ini, dia ingin tau kegiatan kamu.

5. Orang yang mencintai kamu akan mengirimkan SMS seperti ’selamat pagi’, ’have fun’, ’selamat tidur’, ‘take care’, dan lain-lain, walaupun kamu tidak membalas SMS-nya, karena dengan kiriman SMS itu lah dia menyatakan cintanya, menyatakan dengan cara yang berbeda, bukan “aku CINTA padamu

6. Jika kamu merayakan tahun baru dan kamu tidak mengundangnya ke pesta yang kamu adakan, setidak-tidaknya dia akan menelefon untuk mengucapkan selamat atau mengirim SMS.

7. Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang dia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu sendiri sudah melupakannya, karena saat-saat itu ialah saat yang berharga untuknya. dan saat itu, matanya pasti berkaca. karena saat bersamamu tidak selalu terulang.

8. Orang yang mencintai kamu selalu mengingat setiap kata-kata yang kamu ucapkan, bahkan mungkin kata-kata yang kamu sendiri lupa pernah mengungkapkannya. karena dia menyematkan kata-kata mu di hatinya, berapa banyak kata-kata penuh harapan yang kau tuturkan padanya, dan akhirnya kau musnahkan? pasti kau lupa, tetapi bukan orang yang mencintai kamu.

9. Orang yang mencintai kamu akan belajar menggemari lagu-lagu kegemaran kamu, bahkan mungkin meminjam CD milik kamu, karena dia ingin tahu apa kgemaran kamu - kesukaan kamu kesukaannya juga, walaupun susah menggemari kesukaan kamu, tapi akhirnya dia bisa.

10. Kalau kali terakhir kalian bertemu, kamu mungkin sedang sakit, dia akan sentiasa mengirim SMS atau menelefon untuk bertanya keadaan kamu - karena dia khawatir tentang kamu, peduli tentang kamu.

11. Jika kamu mengatakan akan menghadapi ujian, dia akan menanyakan kapan ujian itu berlangsung, dan saat harinya tiba dia akan mengirimkan SMS ‘good luck’ untuk memberi semangat kepada kamu.

12. Orang yang mencintai kamu akan memberikan suatu barang miliknya yang mungkin buat kamu itu ialah sesuatu yang biasa, tetapi baginya barang itu sangat istimewa.

13. Orang yang mencintai kamu akan terdiam sesaat, ketika sedang bercakap di telefon dengan kamu, sehingga kamu menjadi bingung. Sebenarnya saat itu dia merasa sangat gugup karena kamu telah menggetarkan dunianya.

14. Orang yang mencintai kamu selalu ingin berada di dekat kamu dan ingin menghabiskan hari-harinya hanya dengan kamu.

15. Jika suatu saat kamu harus pindah ke daerah lain, dia akan senantiasa memberikan nasihat agar kamu waspada dengan lingkungan yang mungkin membawa pengaruh buruk terhadap kamu. dan jauh dihatinya dia benar-benar takut kehilangan kamu, pernah dengar ‘jauh dimata, dekat dihati?’

16. Orang yang mencintai kamu bertindak lebih seperti saudara daripada seperti seorang kekasih.

17. Orang yang mencintai kamu sering melakukan hal-hal yang bikin BETE, seperti menelefon kamu 100 kali sehari. Atau mengejutkan kamu di tengah malam dengan mengirim SMS. Sebenarnya ketika itu dia sedang memikirkan kamu.

18. Orang yang mencintai kamu kadang-kadang merindukan kamu dan melakukan hal-hal yang membuat kamu pening. Namun ketika kamu mengatakan tindakannya itu membuat kamu terganggu dia akan minta maaf dan tak akan melakukannya lagi.

19. Jika kamu memintanya untuk mengajarimu sesuatu maka ia akan mengajarimu dgn sabar walaupun kamu mungkin orang yang terbodoh di dunia!. bahkan dia begitu gembira karena dapat membantu kamu. dia tidak pernah mengelak dari memenuhi permintaan kamu walau sesulit apapun permintaan itu.

20. Kalau kamu melihat handphone-nya maka nama kamu akan menghiasi sebagian besar INBOX-nya. Dia masih menyimpan SMS-SMS dari kamu walaupun ia kamu kirim berbulan-bulan atau bertahun-tahun yang lalu. Dia juga menyimpan surat-surat kamu di tempat khas dan segala pemberian kamu menjadi benda-benda yang berharga buatnya.

21. Dan jika kamu coba menjauhkan diri darinya atau memberi reaksi menolaknya, dia akan menyadarinya dan menghilang dari kehidupan kamu, walaupun hal itu membunuh hatinya.

22. Jika suatu saat kamu merindukannya dan ingin memberinya kesempatan dia akan ada menunggu kamu karena sebenarnya dia tak pernah mencari orang lain. Dia sentiasa menunggu kamu.

23. Orang yang begitu mencintaimu, tidak pernah memaksa kamu memberinya sebab dan alasan, walaupun hatinya meronta ingin mengetahui, karena dia tidak mau kamu terbebani karenanya. saat kau pinta dia pergi, dia pergi tanpa menyalahkan kamu, karena dia benar-benar mengerti apa itu cinta.

Monday, December 12, 2011

#AFRP

“Jika ada nada baru untuk nyanyikan lagu cinta, aku akan bernayanyi
Jika ada kata yang belum dicipta oleh pujangga, aku akan bersuara
Saat semua kata kehilangan makna, saat segala upaya terasa hampa..
Sekarang lah itu, beginilah aku, berdiam tanpa daya hanya karena kehadiranmu.”
-Marcell-

Mata hitam itu, tak lebih dari 3 kali aku melihatnya.
Tapi itu cukup, sungguh cukup untuk menjebakku kedalam suatu kompleksitas perasaan,
Aku tau ini sulit, karena kamu....yah, kamu pun tahu bagaimana muaknya terjebak dalam perasaan seperti ini, disaat harus memilih ruang antara pikiran dan hatimu.
Mata hitam itu,

Legam, sehitam tempat dimana aku tersesat ini, mencoba untuk menciptakan sebuah rasionalitas perasaan yang pun aku tahu sangat sulit.
Perasaan ini baru, perasaan dimana aku merasa takluk tanpa harus berlutut didepan hatimu, takluk tanpa merasa kalah, karena justru karena ketaklukan itu aku merasa...bahagia...

Karena aku takluk kepada pesonamu, kepada sesuatu yang hanya dengan membayangkannya pun aku merasa bangga..
Ya, itu semua terefleksikan dengan sempurna dalam bulat hitam matamu.
Kamu tahu? Bahwa bagian terindah dari masa laluku pun tak sanggup untuk sadarkanku dari adiksi pesonamu.
Pahami siratan sikapku..
Bacalah guratan perhatianku dalam setiap ukiran kataku untukmu..
Bahkan dalam diamku, aku menyimpan kagum padamu, pada sikap polosmu, manjamu..
Saat berada denganmu, aku tak peduli dengan dia, dia maupun dia.. aku hanya ingin kamu..

its only mad..


“She's staring at me...I'm sitting, wondering what she's thinking..Nobody's talking 'cause talking just turns into screaming...”
Mad – Ne Yo

Di malam itu...
Aku terdiam, dan kamu pun membisu..
Kita hanya bisa saling mendekap, merasakan tubuh kita bergetar..
Menahan rasa..
Membendung emosi..
Mengekang rindu..
Melawan air mata..
Ya kami saling menyayangi, kami saling merindu..
Tapi kami kalah.. kalah oleh kami sendiri..
aku benci ini.. sangat benci..
situasi dimana kata rindu dan sayang hanya akan memburukan keadaan..
God, Kau lah yang paling tahu bagaimana beratnya kami menahan rasa ini,
Kau lah yang paling tahu bagaimana rasanya menahan rasa rindu dan khawatir yang meraja..
Tapi aku lebih yakin kalau Kau juga lah yang tahu, apa yang terbaik bagiku..
“air mata adalah guru yang lebih baik jika dibandingkan dengan gelak tawa”
Ya mungkin itu tepat..
Aku kalah Tuhan, tapi aku takkan menyerah...
Hubunganku ini sakit, tapi takkan kubiarkan mati..
Aku akan berdiri disini, kuhadapi seberapa pun sakitnya ini.. seberapa menyayatnya rasa itu..
Tak peduli sebagaimana buruknya hal ini..
Karena aku percaya, Tuhan..
” jika kita SANGGUP untuk menerima yang terburuk, maka kita PANTAS untuk menerima yang terbaik”
insyaAllah...

-Kenali Tuhanmu di saat senang, niscaya Dia akan mengenalimu di saat susah -


Andika Winchester Saputra

Eve..


Kenapa perempuan membanggakan keperempuannya, dan begitu pun lelaki memperlakukan kejantanannya. Berbagai cara dilakuakn untuk saling menonjolkan diri, membangun citra diri (self image) sesuai dengan tuntutan zaman, semuanya cenderung diserahkan pada laju trend budaya pop, yang membingkai simbol modernitas.
Bedanya sangat tipis, antara perempuan waras yang sengaja tampil seksi dengan perempuan tidak waras yang seksi karena gak punya baju, bedanya Cuma satu hal, ada yang mandi dan ada yang gak pernah mandi. Entah apa motif yang membuat orang-orang lebih percaya diri dalam pakaian minimalis, yang memperlihatkan detil-detil tubuh nampak dari luar.

Tatapan-tatapan asyik, tidak selalu sebuah sanjungan tanda kagum, jadi tak ada alasan untuk gede rasa, dan merasa paling cantik. Karena seksi sangat multi interpretasi, tersekat dalam personalisasi ide-ide dan selera yang mempribadi. Kata siapa kalau seksi itu berarti paha, dada dan pusar. Karena seksi hanya sebuah epigonisme bahasa, sebuah tyran of word (tirani kata), untuk mengungkapkan sautu keadaan yang menarik dari jenis kelamin manusia, perempuan atau laki-laki.
Karena seksi sama sekali bukan gambaran dari kondisi secara pshycally, maka akan lebih objektif jika ada klaim tentang inner beauty. Klaim ini merupakan sebuah resistensi dari inklusivitas makna berpakain, yang hanya mencerminkan simbol status saja, jauh dari khittahnya sebagai pelindung tubuh. Jadi inner beauty pun hanya akan dimiliki oleh orang-orang yang menjaga kesakralan tubuhnya dari terpaan pandangan-pandangan iseng dan dari mempermainkan libido-libido publik.
Jadi harus kita simpan dimana jika menemukan sesuatu yang sedap untuk dipandang, memejamkan mata, melihat dari celah-celah jari, pura-pura gak liat atau memalingkan pandangan. Ikuti aja apa yang harus dilakukan, toh resiko ditanggung sendiri. Tapi ada baiknya juga jangan ambil resiko, tapi terserah deh, kalo emang ga kasihan ma orang yang objek keisengan semua orang, walaupun salah sendiri, napa iseng mameri tubuh.
Sorry kalau ada yang tersinggung, aku cuma aneh aja ma sebagian orang-orang. Katanya pengen dibilang seksi, tapi kalau ada orang melotot liatin malah marah, apa salahnya yang liat…?

“ Hidup jangan Cuma pake logika, ingat lo juga punya hati say….”


Andika Winchester Saputra

DOWN TO EARTH (Ku tunjuk Bintang, Bukan Ku minta Jatuh)


Rembulan tersungging, seperti halnya lampu-lampu malam yang menari-nari meriah. Satu dua daun jatuh, terhempas ke tanah tanpa suara sedikitpun, kecuali hanya debu yang tersapu sewajarnya. Senyum-senyum pualam, jadi warna kesejatian malam ini, akhir Desember hanya akan terbilang sejari tangan lagi, tak terasa waktu makin berhamburan, belum sempat bermimpi sekalipun, obsesiku membeku sebelum masanya, padahal batang-batang bakau harus selalu perkasa dihantam ombak kehidupan, membara seperti keinginan yang membuta, karena bintang di bulan Desember itu malah bersembunyi ketika kutunjuk…

Terhuyung aku dalam niat yang sukar melingkar, siklus senyum-tertawa-menangis menyekapku dari belakang, penat tak urung membenturkan makna didahiku hingga berdarah, seperti terlukis engganku dalam percikan merah hariku di tembok putih berukuran 2 x 12 jam. Mulutku berbusa sekedar ingin mengatakan mau apa hari ini, lidahku kelu sekedar ingin bicara mau apa besok, dan bibirku terkatup rapat sekedar ingin berteriak mau apa aku lusa nanti ? seharian ini aku berputar pada poros kelalaian, kemalasan jadi spasi antara akal dan hati, pikiranku hanya temenung, berlari-lari kecil antara tertawa dan menangis yang semu, dan tanganku masih menunjuk bintang walau jauh………

Aku terkulai, meleleh dalam keringat dingin yang menyiksa, membasahi sekujur tubuh tanpa ampun, tetes demi tetes peluh membengkok terhempas, tak kuasa menahan angin timur yang melerai damai, tak terasa air matapun menimpali, bertutur kata lemah lembut pada kenyataan yang perkasa, bahkan aku biarkan nyamuk-nyamuk berpesta pora bertubi-tubi melubangi pembuluh darahku, jika saja jadi kifarat bagi dosa-dosaku, maka aku akan teguh dan terjaga mengacungkan telunjukku tinggi-tinggi pada bintang, meski kerlipnya memudar dalam jelaga awan………
Ya, kamu yang tersenyum dan menangis disana,kamu lah bintang itu…

Dosa ini terlalu perih, karena waktu takkan berulang dalam hari yang sama, seperti halnya tubuh yang teriris-iris 400 sabetan pedang ketika pintu taubat tertutup, karena kita terlalu obsesif pada mimpi-mimpi dunia, bersahabat dengan kehidupan sang hedon, dan memelihara diri dalam hubbud dunya yang melenakan. Bintang bercahaya hanya untuk kau tunjuk, mustahil kau jatuhkan untuk dimiliki……..Bersyukurlah untuk setiap nikmat yang kau dapati, sekalipun itu sebuah kekecewaan, karena setiap kejadian adalah milik Allah SWT, termasuk bintang-bintang ada dalam genggaman kebesaran-NYA. Yang terlihat baik bagi mu, belum tentu yang terbaik bagimu..yang menyakitkan bagimu, bia jadi yang terbaik bagimu, kareana tanpa kita sadari kadang kita bukan mencari jalan yang "terbaik" tapi berusaha mencari jalan yang "terenak" untuk kita..
“Satu takkan habis, seribu takkan puas”


Andika Winchester Saputra