Kamu.. perlahan memenuhi sudut-sudut terkecil panca
inderaku,
Semua terjadi dengan sederhana, sesederhana itulah kamu
menguasai setiap milimeter ruas diriku
Pelukmu menjelma menjadi sumber ketegaranku, senyummu
perlahan menjadi teduh diantara terikku.
Aku telah jatuh cinta, tapi entahlah dirimu..
Mereka bilang aku tak bisa melupakanmu, memang sepertinya begitu, memang sepertinya aku pun tak ingin.
Gelak tawa kencang aneh yang malah kusukai,
Cemberutmu yang takk pernah bisa bangkitkan amarahaku,
Sudut mata yang menjadi tempat favoritku mencuri cumbu,
Aku mencintaimu sewajarnya, karena wajarku adalah apapun
untukmu.
Aku, aku sudah terlanjur kehilangan cara terbaikku untuk
melupakanmu.
Aku terlalu takut untuk melihatmu, aku khawatir aku tak bisa
menahan diriku untuk berlari memelukmu.
Aku terlalu takut untuk memulai cakap, aku khawatir aku tak
bisa menahan luapan rinduku yang akan terucap sejadinya.
Aku terjebak dalam tekateki yang tak bisa lagi kupecahkan, Karena
aku mulai menikmati terjebak di dalamnya.
Ketahuilah cantik, aku tak pernah biada tanpa adamu.
Ketahuilah, aku sedang berusaha melawan jutaan kamu yang
menyesak perlahan kedalam setiap sudut perasaan.
Aku mencintaimu, dan maaf aku baru mengatakannya sekarang.