"Aku kehilangan kata disaat ku kehilangan cinta.. Sekarang aku mulai belajar mencintai kata.. Agar aku ingat rasanya mencintai cinta..."

Wednesday, November 11, 2015

Perempuan dan hujan


Ceritakan padaku tentang perempuan dan hujan..
Dalam rindu yang kuutus dalam bulir hujan yang mengetuk sisi jendelamu..
Pejamkan matamu, dan rasakan..
Karena dalam hujan, ada senandung yang hanya terdenger oleh dia yang merindu..
Lamunanmu, tetaplah jelitaku..
Hingga bulir hujan yang kutitipi rindu untuk disampaikan padamu, ikut jatuh cinta kepadamu..


Andika Saputra


                                                #OKT

Saturday, August 29, 2015

Mereka bilang,
Suatu saat Tuhan akan berhenti menghitung..
Atas doa-doa yang tak pernah bosan dikumpulkan..
Atas asa yang tak pernah putus terjaga..

Cinta tidak pernah tidak tepat waktu..
Cinta yang tepat akan bertamu di beranda hati yang siap..
Karena tak peduli seberapa keras kamu memaksa, hati sejati nya tahu oleh siapa ia ingin dimiliki.

Bertahun menjalani cerita..
Aku.. Kamu..
Belajar tentang luka yang mengajari..
Memaknai air mata yang memberi arti..
Dan juga bahagia yang menjauhkan dari lalai.
Semua perlahan membuka jalanku kepadamu..
Mempertemukan ruas jari untuk saling mengenggam, menguatkan.

Paras itu kembali menemukan senyumnya..
Peluk itu kembali temukan tempat berpulangnya..
Hati itu kembali menemukan rumahnya..

Setiap genggam, setiap dekap, mengingatkanku..
Akan berapa banyak doa yang kuterbangkan dengan sisipan namamu di sayapnya..
Jika kelak Tuhan mengenalmu dari doa-doa itu, kamu tahu siapa yang terlalu berkeras kepala untuk memenuhi mejaNya dengan namamu.
Tuhan tahu, kamu adalah jawaban dari sepertiga malamku.


                                                    #okt


Andika Saputra

Sunday, August 16, 2015

Bukan inginku, tak menginginkanmu.

Pandang yang selalu kamu kirimkan saat ku tak melihat.
Tak pernah dapat kubalas.
Rindu yang coba kamu sampaikan lewat senyuman penuh rasa.
Juga tak pernah bisa kujawab.
Pedulimu, kamu tebarkan dalam setiap simakmu atas ucapku, setiap gerik tanda unjukmu.
Menguap beradu dengan banteng elakku.
Sekalipun tak pernah riang lepas dari parasmu, walau bukan kuasaku menilai ketulusan.
Kamu tetap mengetuk, mengetuk dan mengetuk..
Walau kamu tahu, aku mungkin sudah lama tak berada dibalik pintu itu.

Berada bersamaku, perlahan menjadi kecukupanmu.
Saat mungkin balasku, tak lagi menjadi harapmu.

Dengan semua caramu mencintaiku, mengapa bukan kamu yang bisa kucintai?


Andika Saputra

Thursday, May 14, 2015


"My shattered dreams and broken heart are mending on the shelf, I saw you holding hands, standing close to someone else.. Now I sit all alone, wishing all my feelings was gone.."


Temu yang tak lagi membentuk sapa..
Tatap yang hanya menyisakan ratap..
Ingatan gelak tawa mengering tak bersisa..
Canggungku berontak sejadinya.
Lidah bertahan dalam kelu hingga semua hanya berlalu..

Jangankan menegur rasa..
Untuk mencuri pandang pun, keberanianku sudah terlucuti.
Satu-satunya yang berani kulihat darimu, hanyalah punggungmu.
Saat kamu menjauh.
Membiarkan langkah demi langkah terurai..
Hingga perlahan sela jemarimu tergenggam..
Kamu tenggelam dalam kebersamaan..
Bersama sosok tempatmu membagi rasa..
Sedangkan inderaku hanya sibuk mencerna sesak.

Sesak. Namun kamu dan bahagiamu terlalu agung untuk kucemburui.
Karena jauh di dalamku, senyummu adalah semestaku, bahagiamu tetap bahagiaku.
Siapapun alasanmu.


Andika Saputra

Thursday, April 30, 2015

Yang kuinginkan, telah bersama dia yang seharusnya.

Senyum yang dulu leluasa kunikmati, kini harus kulihat dalam rasa canggung.
Canda tawa yang dulu denganku, kini tergelak karena alasan yang bukan karenaku.
Dan tolong izinkan aku tetap ikut menikmati bahagia dari sekadar melihat kamu tersenyum.
Tangan yang ingin kugenggam, kini telah bersanding dengan lengan yang seharusnya.

Ketiadaanmu, mengajariku bahwa sejatinya rasa cinta itu selalu ingin memiliki,
Dan seberapa mampu kamu ikut merasa  bahagia melihat orang yang kamu cintai bahagia dengan orang lain yang bisa memberikan apa yang tidak bisa kamu berikan, sedikit banyak mendefinisikan seberapa ikhlas kamu mencintainya.

Menyesakanku melihatmu bahagia bukan bersamaku, tapi lebih menyakitkanku jika terus membiarkanmu bersamaku dan tidak berbahagia.

Karena terkadang yang paling menyakitkan itu bukanlah tentang ketiadaan, namun tentang keberadaan yang terasa tiada.

Ragamu telah menemukan lingkar semestamu dalam peluknya.
Manjamu telah menemukan tuannya.
Dan, hatimu telah menemukan rumahnya.
Penyesalan ini jadi pelajaranku, bahwa kebanyakan cinta tidak dapat menunggu.

Kini giliranku melangkah, menemukan rumah.

Andika Saputra

Monday, April 20, 2015

SESA(K/L)

The hardest part of broken heart is not moving on, its letting go.
The biggest lost of broken heart is not losing the one you love, its losing yourself. [Kee]

Karena melepaskan bukan perihal seberapa jauh kamu pergi, tapi sedalam apa kamu dapat mengikhlaskan. Tak peduli sejauh apapun kamu menjauh, kamu tidak akan pernah bisa membaik tanpa berdamai dengan dirimu sendiri.

Ragamu bisa kau bawa menjauh, sejauh-jauhnya. Namun rasamu akan tetap lekat dalam dirimu. Karena hidupmu tidak hanya diukur dari seberapa baik kamu merencanakan langkah, namun juga tentang seberapa berbesar hati kamu berdamai dengan jejak.

Sesal memang membuat sesak,

Kehilangan semestamu tidak pernah tidak membuatmu terpukul, namun sejauh apa kamu akan biarkan dirimu terjatuh dan sekeras apa kamu akan membiarkan dirimu menghantam bumi, itu pilihanmu.

Karena seperti rasa lainnya, sesak pun tidak kekal..

Jika setiap sesal mengajarkanmu tentang arti kebersamaan, maka kehilangan itu hadir untuk tujuan yang benar.

Jika sesak itu menamparmu sekerasnya hingga menyadarkan tentang apa yang  membuatmu kehilangan, maka perpisahan itu bertamu untuk membuatmu lebih mengenal dirimu.

Dan jika sesal itu membuatmu terbangun di tengah malam dan kamu menemukan dirimu berteriak sejadinya dalam wajah yang tertutup bantal, maka berteriak lah.

Jika sesak itu memaksamu menyerah pada air mata, maka menangislah.

Karena sesa(k/l) dan tangis itu manusiawi,

Dan menjadi manusiawi itu tidak lemah, kawan..


Andika Saputra

Saturday, February 14, 2015

Untuk kamu yang (pernah) menunggu.

Kamu mungkin pernah menunggu kata "sayang" dariku, dan merasa tak pernah mendapatkannya.
Walau kenyataannya aku mengungkapkannya padamu setiap hari, dengan cara yang mungkin tidak kamu sadari..

Kata sayangku ada di setiap genggam  tanganku untukmu,
Kata sayangku ada di setiap pelukku saat kamu ketakutan,
Kata sayangku ada di dalam setiap kecup yang kudaratkan dikeningmu saat kita akan berpisah,
Kata sayangku ada di detik yang berlalu saat aku melihatmu menjauh setiap kali kita melepas temu,
Kata sayangku ada di setiap pandang yang kubiarkan mengagumimu bahkan di saat kamu tak mengetahuinya.
Kata sayangku bertabur di payung yang kupegang saat melindungimu dari hujan,
Kata sayangku ada di setiap ucap yang kuungkap untuk membanggakanmu di depan teman-temanku.
Kata sayangku ada di setiap bujuk yang kucoba untuk meluluh restu.
Hingga pada akhirnya, kata sayangku pun masih ada di saat terakhir aku melihat punggungmu menjauh, meninggalkan banyak alasan yang sialnya hingga kini tak kuasa kuungkapkan.

Tak semua orang mampu mengucap kata yang bisa didengar, sebagian mengucapkannya dalam sesuatu yang dia harap bisa dirasa.

Andika Saputra