
Tuhan..
Aku rindu..
Aku rindu merasa rindu, aku rindu dirindukan..
Tuhan,
Aku ingin baik baik saja..
Sakit melihatnya terlepas dari rusukku, karena disanalah harusnya ia, didekat dekapan hati..
Tuhan..
Ada bahagia yang menyakitkan saat aku melihatnya..
Ada kesakitan yang kupilih saat aku terbius senyumnya..
Ini berat, Tuhan..
Pisau ini menusuk kedua sisi, terlalu dalam, terlalu melukai..
Tuhan..
Jika memang bukan dia, jauhkan indera ini dari pahitnya penyesalan..
Bimbinglah rasa ini menuju muara nya yang tepat..
Perasaan ini terlalu lama terkungkung dalam siklus mengalir, terpecah dan mengalir lagi.. Aku ingin mengalir, tanpa terpecah.. Aku ingin mengukir, tanpa meresah..
Tuhan..
Aku bahagia dia pulih,
Aku ikhlas jika dia harus mendendam,
Aku pun terluka, menangis berdarah dalam kesakitan yang teramat sangat,
Meronta dan berteriak sejadinya, bahkan untuk merasa bahagia pun aku harus mengemis..
Aku rela menahan segala rasa untuk memyimpul semua itu dengan senyum bahagia, ataupun sesosok lelaki angkuh..
Tuhan,
Semoga dia tahu, dinding angkuh itu sebenarnya tak lebih dari topengku..
Untuk selalu terlihat tangguh..
Semoga dia tahu dinding kokoh hati menyimpan jutaan air mata..
Tuhan,
Aku rindu dia..
Aku rindu segala kerumitannya..
Sampaikan rindu ini, Tuhan..
Pada dia, yang pernah menjadi miliku..
With love, tearless cry..
For my Nile..
No comments:
Post a Comment