Jumat, 30 Maret 2012
12.19 AM.
Menit ke 19 setelah memasuki harimu.. Aku masih tertegun didepan layar handphoneku, menatap ragu kepada namamu yang ada disana.
Simpel memang, aku hanya seperti melamun disana..
Tapi jika kau lihat lebih dekat, berjuta rindu kutahan disana..
Jika kau sentuh hatiku,
Ada rasa sayang yang tercekik keterbatasan..
Jika memang kau peluk raga itu,
Ada airmata yang siap tumpah setiap saat..
Banyak kata yang ingin kubisikan.. Tapi semua membisu diluar inginku.. Kini aku mengerti, ada banyak hal yang tak bisa diucapkan mulut, karena itulah Tuhan menciptakan hati..
Akupun hanya berdoa, karena itu caraku untuk merindukanmu, dalam diam.. Dan Tuhan tahu itu..
Tak peduli seberapa hancur ku berdarah,
Tak peduli seberapa keras ku menangis,
Tak peduli seberapa banyak rasa yang ku tahan dalam 19x60 detik itu..
Aku diam, aku menggigil dalam kenyataan..
Didepan sebuah kado imajiner yang kususun untukmu..
Bukan bunga,
Bukan pula cincin,
Hanya sebuah jawaban..
Ya, sebuah jawaban dalam kadoku yang akan menjadi milikmu saat kau datang membukanya disini..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sayangnya, kau tak pernah datang..
Andika Dwi Saputra
No comments:
Post a Comment