"Aku kehilangan kata disaat ku kehilangan cinta.. Sekarang aku mulai belajar mencintai kata.. Agar aku ingat rasanya mencintai cinta..."

Wednesday, December 5, 2012

You cant push your heart to forget like you cant push your heart to love..


Saat hati tengah bergandengan, segala indera merasa bahagia..
Saat rindu saling bersahutan, segala warna menjadi sangat ceria..
Apakah itu karena ada cinta? Ya.
Saat senyum selalu warnai setiap aksara yang tertulis..
Saat perasaan tenang selalu hadir di sela suaranya..
Apakah itu karena ada cinta? Ya.

Tapi apakah kehadiran cinta selalu memberi dan menerima? Ideal nya begitu.
Tapi kita tahu bahwa hidup tidak selalu ideal kan?
Di saat cinta tidak bisa memberi dan menerima, ada orang-orang yang cukup puas dengan hanya menjadi salah satunya.
Tapi mungkin itulah cara mereka berbahagia, ada yang merasa cukup berbahagia untuk hanya mencintai walaupun tanpa dicintai, karena baginya ikhlas memberi cinta adalah caranya untuk berbahagia (juga terkadang menyakiti hati sendiri).
Ada juga yang merasa cukup berbahagia dengan hanya menerima cinta, karena baginya terbuka menerima cinta walau dengan ketidakmampuan untuk mencintai adalah caranya untuk berbahagia (juga terkadang menjadi egois dan menyakiti).

Maka aku memberi waktu hatiku untuk berpikir, bersamaan aku meminta logikaku untuk sedikit merasa.
Bukan mengabaikan, hanya menghindari keterburu-buruan yang seringkali berakhir dengan ketidakmampuan untuk mencintai.
Bukan mengulur,hanya tidak ingin hati ini terus terlena perasaan dicintai hingga akhirnya hati ini lupa untuk mulai belajar mencintai (lagi).

Aku tak pernah meminta hatiku untuk lari, karena lari tak akan pernah memberi kita sedikitpun kebebasan.
Aku tak pernah mengajari hati untuk meninggalkan, tapi berbincang tentang bagaimana membuat hatiku mengikhlaskan..

Not to move on, but to let go..

Aku meminta hatiku berdiri, memilih, meyakini dan menjalani.

“Jika hanya boleh memilih satu antara kebahagiaan karena mencintai atau kebahagiaan karena dicintai, mana yang akan kamu pilih?”
Kemanapun hatimu memihak, dimanapun logikamu akhirnya memalingkan pilihan maka itulah cara mu berbahagia.
Hargai sikap hatimu, yakini dimanapun cinta menjatuhkan jangkarnya disanalah kamu seharusnya berlabuh.

Karena cinta tak bisa dipaksa untuk melupakan seperti dia tidak bisa dipaksa untuk mencinta..



No comments: