"Aku kehilangan kata disaat ku kehilangan cinta.. Sekarang aku mulai belajar mencintai kata.. Agar aku ingat rasanya mencintai cinta..."

Monday, October 13, 2014

Hujanku malu..

Matahari mengendap perlahan, kembali beristirahat berselimut langit malam.
Malam ini tak ada bintang, bintik terang itu berganti rintik.
Aku menengok langit, melihat butir demi butir kecil anak hujan yang memasrah.
Anak hujan yang dengan riang lepas menuju pelukan ibu bumi.

Tapi hujanku malu-malu,
Hujanku masih meragu,
Terlalu rapuh untuk patuh pada keinginan menjatuh.
Bulir langit itu belum cukup berani untuk membumi.
Padahal sejatinya hujan adalah sebuah nama rekaan semesta untuk sebuah siklus, dimana asal kembali ke muasal.

Sepatuku memakan langkah demi langkah, dikelilingi oleh para rintik air langit yang telah berserah pada bumi.
Sesekali mereka mengetuk-ngetuk kepalaku, memanjakan hidungku dengan aroma bumi, aku seolah akhirnya bisa mengendus aroma rindu, rindu yang terlepas diantara pertemuan tanah dan air hujan.

Tapi hujanku masih malu.
Mungkin karenaku, karena terakhir kali dia berderas membumi,
Kamu masih ada di sisiku..

Tapi hujanku masih meragu,
Mungkin karena takut merasuki ingatanku, karena terakhir kali di berserah sepenuhnya dari langit,
Masih ada kamu yang lelap didekapku.

Hujanku malu,
Karenaku.

-Andika Saputra-
131014

No comments: