Senyum yang dulu leluasa kunikmati, kini harus kulihat dalam
rasa canggung.
Canda tawa yang dulu denganku, kini tergelak karena alasan
yang bukan karenaku.
Dan tolong izinkan aku tetap ikut menikmati bahagia dari
sekadar melihat kamu tersenyum.
Tangan yang ingin kugenggam, kini telah bersanding dengan
lengan yang seharusnya.
Ketiadaanmu, mengajariku bahwa sejatinya rasa cinta itu
selalu ingin memiliki,
Dan seberapa mampu kamu ikut merasa bahagia melihat orang yang kamu cintai bahagia
dengan orang lain yang bisa memberikan apa yang tidak bisa kamu berikan,
sedikit banyak mendefinisikan seberapa ikhlas kamu mencintainya.
Menyesakanku melihatmu bahagia bukan bersamaku, tapi lebih
menyakitkanku jika terus membiarkanmu bersamaku dan tidak berbahagia.
Karena terkadang yang paling menyakitkan itu bukanlah
tentang ketiadaan, namun tentang keberadaan yang terasa tiada.
Ragamu telah menemukan lingkar semestamu dalam peluknya.
Manjamu telah menemukan tuannya.
Dan, hatimu telah menemukan rumahnya.
Penyesalan ini jadi pelajaranku, bahwa kebanyakan cinta
tidak dapat menunggu.
Kini giliranku melangkah, menemukan
rumah.
Andika Saputra
No comments:
Post a Comment