Pandang yang
selalu kamu kirimkan saat ku tak melihat.
Tak pernah
dapat kubalas.
Rindu yang
coba kamu sampaikan lewat senyuman penuh rasa.
Juga tak
pernah bisa kujawab.
Pedulimu,
kamu tebarkan dalam setiap simakmu atas ucapku, setiap gerik tanda unjukmu.
Menguap beradu
dengan banteng elakku.
Sekalipun tak
pernah riang lepas dari parasmu, walau bukan kuasaku menilai ketulusan.
Kamu tetap
mengetuk, mengetuk dan mengetuk..
Walau kamu tahu,
aku mungkin sudah lama tak berada dibalik pintu itu.
Berada bersamaku,
perlahan menjadi kecukupanmu.
Saat mungkin
balasku, tak lagi menjadi harapmu.
Dengan semua
caramu mencintaiku, mengapa bukan kamu yang bisa kucintai?
Andika Saputra
No comments:
Post a Comment