"Aku kehilangan kata disaat ku kehilangan cinta.. Sekarang aku mulai belajar mencintai kata.. Agar aku ingat rasanya mencintai cinta..."

Sunday, December 13, 2009

TENTANG SEMUA
(Untuk redup cahaya-cahaya Gadis)

“Tuhan, bolehkah malam ini aku baik-baik saja…….!!!”. Habis rasa, hati, feeling dan secercah cinta, seperti abadinya rindu yang menyiksa, karena harapan-harapan indah hanya utopia, yang tergantung di garis batas antara ada dan tiada. Sepertinya derita kehilangan akan mengerak, ketika kehabisan kata untuk mengungkapkan kecewa, kita terbuai alunan angin, menunduk seperti ujung daun yang terhempas, menangis sejadinya tanpa isyarat, melangkah tanpa meninggalkan jejak, dan merindu tanpa bentuk. Akh, entah apalagi keluh kesah yang pantas dimuntahkan karena kehilanganmu………..
Terlalu absurd cintamu menengarai hatiku, coba saja tengok kebencian yang kemarin sempat memuncak, aku kau jadikan bulan-bulanan derita, caci maki jadi doa-doa setiap malam aku mengenangmu, indahmu tak lain bintang-bintang yang berserakan, seperti malam ini aku menunggumu kau tak bercahaya, kau tutupi mimpi-mimpi indahku sebatas bunga tidur, menjauhkan harapan dari kesempurnaan berdua. Aku tenggelam dalam kesenyapan tanpa sempat membuka kedua mata, aku tak mungkin mengalahkan malam-malam penuh sepi, karena niatku masih penuh riak-riak nostalgi bersamamu……
Gadis, sebagai bunga langit, aku akan bersembunyi di balik kepakanmu, dan mengangkasa dari lara yang melambung, menyalalah beri aku pertanda, karena sekedar senyum kecilmu, berarti nafasku. Jika puitis adalah hari-hariku, maka rinduku semakin memberat karena kau tak lagi mewarnai kata-kataku, dunia hanya milik segelintir orang yang perkasa menjaga cinta dari lalai, dan bagiku cinta masih sekedar puisi, terpenggal dalam banyak kepura-puraan, sanjungan yang melenakan dan keindahan yang melupakan.
Gadis, jika dunia ini hanya tentang kita, kau pantas membuang hatimu, dan cinta perlahan akan membusuk, mengurai dan hilang tanpa jejak. Tapi, Tuhan Maha pemurah, dunia ini luas, dibuat penuh warna, dan cinta bukan hanya tentang kita, tapi tentang semua, kau, aku, dia, mereka, kalian dan seluruhnya. Berdirilah ditengah hujan, dan rasakan ketulusannya sekali lagi, pasti semuanya akan baik-baik kembali, karena air matamu akan luruh bersama hujan, dan kebencianmu pun akan hilang karena kepergianku, pahamilah deritaku, seperti aku akan memahami kebimbanganmu yang semakin larut, dan aku akan merelakan kau tersenyum, walau bukan bersamaku……..
Malam ini hitam menggumpal, seperti prasangka angin yang menajam, boleh saja ragu menyingsing, tapi hakikat harus tetap menyala, karena pagi harapan akan datang. Gadis, kau pasti dapatkan cinta terakhir, seperti merasakan tangan Tuhan dibahumu, bersyukurlah atas derita kesendirian dan niscaya kau akan kembali menyala, seperti membuka mata diujung lorong hidupmu, menangislah hingga usai, sampai seseorang datang dan bertanya, “ kau tak sendiri Gadis, maukah kau menjadi ma’mumku, meng-amin-kan do’aku setiap malam, mencium tanganku sehabis shalat, dan menaburkan bunga ketika aku mendahuluimu……..!!!”, Subhanallah, maha suci Allah pemilik cinta sejati.

No comments: