Gadis,
Hari ini aku memintamu,
Dengan untaian sujud kata-kata, saat dimana poros logika dan perasaan bertemu.. Saat rasionalisasi perasaan benar terwujud..
Aku tak memintamu dengan berlutut, tapi yakinlah bahwa hatiku telah takluk..
Walau hanya hanya jawaban dalam ragu yang kudapat, akan kutunggu..
Tak pernah jenuh aku berucap sayang walau seringkali kudapati hanya layar yang berisi pesanku sendiri..
Harapan dan cinta ini bagai lipatan perahu kertasku, melepasnya dari sungai menuju samudera, walau tidak jelas kapan sampainya, tetap akan kutunggu..
Aku menunggu jawabmu seperti aku menunggu perahu kertasku tiba di samudra,
Walau mungkin ia tersangkut waktu, walau ia terbelah arus, walau aku tak tahu pasti bentuknya ia, apakah masih utuh atau hancur lebur.. Tapi aku menunggu.. Karena aku yakin ia akan sampai, sekecil apapun serpihannya.
Gadis, biarkan aku membagi hidupku dan menjadi bagian hidupmu..
Setelah lama kita berbagi suka bahkan menggores luka, mungkin saatnya kini kita bersatu dalam cinta..
Niat ini telah banyak melalui ya dan tidak dari mereka, tapi aku tak peduli.. Hati ini tetap bersauh ke arah mu, karena tak pernah sekalipun ini berubah arah..
Jadi lah sungai nil dalam Mesirku, Gadis..
Biarkan lipatan rindu kita terlipat rapi dalam perahu kertas kita yang takkan berhenti berlayar, selama hatiku untukmu dan hatimu untukku..
Dalam kesunyian harap dan kecintaan ku terhadap kamu dan calon kota-kota kecil kita..
Aku berbisik, "Aku ingin menikahimu, Gadis..."
Much Love,
Andika Saputra

No comments:
Post a Comment