Suatu sore di penghujung Oktober,
Hariku bertirai matahari senja, berlatarkan sawah hijau dalam kacamata jendela keretaku..
Mataku menatap jauh keluar sana, walau sebenarnya batin ini yang menatap jauh kedalam sini..
Membayangkanmu, sapaanmu, caramu menyapa di awal tidurku.
Langkah langkah ini membawaku semakin dekat (lagi) padamu.
Pada kenyataan yang bahkan belum pernah kutemui.
Kata demi kata kuukir, disaksikan oleh matahari senja yan tak pernah bisa menatapku dari luar jendela.
Jariku terus menulis, mewakili rasa yang berbisik,
Inspirasiku terus berkeliaran, bersemangat karena cipratan rasa rindu.
Beberapa hari lalu, kilometer demi kilometer aku menjauh tapi tak sekalipun hati ini merasa menjauh,
Hari ini, langkah ini membawaku mendekat kembali, tapi ironisnya tak sekalipun hati ini (juga) merasa mendekat.
Mungkin rinduku bukan lagi tentangmu,
Mungkin rinduku kini adalah rindu kepada akal sehatku.
Kepada dia yang sudah terlalu larut dalam rasa takluk, kepada hati yang sudah kehilangan rasa percaya.
Mengapa aku bertahan jika definisimu tentang cinta sudah bukan lagi tentang aku?
On my train back home, 27102012
Andika Winchester Saputra
16.23
No comments:
Post a Comment