"Aku kehilangan kata disaat ku kehilangan cinta.. Sekarang aku mulai belajar mencintai kata.. Agar aku ingat rasanya mencintai cinta..."

Monday, February 18, 2013

Rasa yang memohon pamit..


"I want you to know how I feel about you
I must show
What to do everytime you are near
All the girls, who try and take your place
It's impossible
They don't matter
'Cause I'm inlove with you
'Cause you are The love of my life"

Lagu ini pernah kubisikan padamu 7 tahun lalu saat aku datang padamu, bukan untuk memintamu menjadi milikku, tapi mengajukan diriku untuk menjadi bagian hidupmu.
Tahun demi tahun berlalu, hingga aku disandera lamunan disini dan kau terdiam disana, dimana hati tak lagi satu karena ego yang tak kunjung melarut.

Perpisahan demi perpisahan telah kenyang dilewati, segala nada tawa dan urai airmata telah banyak dilewati, dimana kita percaya bahwa cinta selalu lebih besar dari itu semua. “we are not created to be separated”,itu yang selalu kita bilang saat kita pulih dari luka.

Hingga akhirnya kita berpisah dalam sunyi. Berbalik tanpa penjelasan, menjauh kan raga, mengasingkan rasa. Khianat katamu menghancurkan asaku, yang dulu kupikir adalah asa kita.
Sore ini aku termenung di tengah cuplikan video yang telah kukumpulkan untukmu, doa mereka, harapan mereka dan aamiin mereka untuk kita,merinding aku melihat doa demi doa yang dilantunkan teman-teman kita, terharu kumelihat setiap aamiin yang terucap dari lisan mereka akan doaku untukmu, untuk kita.

Matahari terbit di awal 25 ku menjadi saksiku memintamu,ironisnya matahari terbenam di awal 25 ku menjadi saksi bagaimana sikapmu menyakitiku (lagi). Rasa yang selalu kuangungkan, wanita yang selaluku banggakan menyakitiku dengan prasangka.

Setiap kata mu menusukku dalam, setiap lisanmu melukai rasa yang selalu kujaga rapat, sikapmu menghancurkan niat yang selalu kudekap, saat kau tahu jelas bagaimana hati ini setia berkiblat kepadamu, kau menyakitiku dengan segala sangka tentang keberpalingan hati.

Gadis, kau hanya belum mengerti berapa hati yang kuacuhkan untuk sekedar menjaga rasaku untukmu.

Gadis, kau hanya belum menyadari berapa langkah yang kutahan hanya untuk menunggumu mendekat.

Gadis, kau hanya belum mengetahui berapa besar halangan yang kuperangi untuk sekedar menjaga niatan setiaku akan jawabmu.

Gadis, kau hanya belum tahu berapa banyak hati yang taksengaja kusakiti karena terlalu membanggakanmu, yang ternyata semu.

Gadis, kau hanya belum tahu bagaimana aku menghindari pesona dengan meninggikan rasaku untukmu.

Gadis, kau hanya belum tahu seberapa terbiasanya aku membatasi hati, hingga akhirnya aku lupa bagaimana rasanya rindu dan jatuhcinta selain kepadamu.

Ya Gadis, mungkin memang kau takkan pernah tahu..

Hari ini, kuserahkan semua yang telah kubuat, tidak sempurna memang, mungkin itu pun representasi harapanku padamu. Tidak sempurna.

Aku akhirnya tahu apa yang membuatku bertahan, dan akhirnya aku pun tahu apa yang membuatku harus pergi.

Aku pamit, Gadis.
Tuhan akan bantu aku mengikhlaskanmu.

Love,
Andika Saputra

No comments: