"Aku kehilangan kata disaat ku kehilangan cinta.. Sekarang aku mulai belajar mencintai kata.. Agar aku ingat rasanya mencintai cinta..."

Thursday, May 16, 2013

Kita ialah kata yang terlambat tercipta..


Melihat layar telepon genggam menjadi rutinitasku saat senggang menyapa, gerakannya tak berubah, hanya mengetik lalu menghapus, mengetik kembali, diselingi ragu, lalu menghapusnya kembali, hingga akhirnya pesan tersebut hanya berakhir dalam kotak sesal.

Melihat aksaramu menghiasi layarku, kata demi kata yang pernah untukku, perlahan berpindah menuju kepadanya. Tawa serta senyum  yang kurindukan dalam sunyi kini tak lagi merindukan.
Kehangatan itu, kesenangan itu, perasaan itu yang akhirnya menguggahku untuk melangkah.
Kamu alasanku untuk melangkah, kamu alasanku meninggalkan asa semuku yang selama ini terlalu kutinggikan.

Mungkin salahku melakukannya dalam diam,
Mungkin tak seharusnya hanya kurindukanmu dalam sunyi,
Walau aku hanya ingin memastikan ruang ini sudah layak untuk kau huni,
Mereka benar, sunyi dapat terlihat sebagai banyak hal.
Sunyi kadang terlihat sebagai penerimaan,
Sunyi kadang terlihat sebagai penolakan,
Sunyi kadang terlihat sebagi tanda meragu,
Walau terkadang sunyi itu adalah caraku untuk melindungimu, dari harapan yang mungkin menyakitimu.
Di pertemuan singkat itu, kita jatuh hati, kita saling menghamba rindu walau seringkali masih tertahan dalam kelu.
Sekilas aku masih mencium wangimu dalam  ruangku, mengorek rindu yang ternyata masih berbekas, mengiris hati yang ternyata masih berharap, memori berputar tentang detik kita cara kta menghabisi rindu.

Entahlah, hanya remah sesal yang tersisa..
Seharusnya sudah banyak kata rindu yang kubisikan padamu,
Entah berapa dekap yang ingin ku landaskan di ragamu,
Tentang kata sayang yang tak jauh lagi untuk memintamu, untukku.
Sikap diamku menamparku lagi, sisi sunyiku menghukumku lagi,
Dengan kehilangan demi kehilangan,

Aku menyesal, kehilanganmu di saat mulut ini mulai mengucap.

Tapi aku tak pernah menyesal menjatuhkan hati, karena aku tahu, aku tak jatuh pada hati yang salah. Hanya waktunya saja yang salah. Ya waktunya saja.

Kesemua yang tak sempat ku ungkapkan, kesemua yang tak tepat ku katakan, yang tak usai kujalani yang tak ingin ku ingkari dan semua..” -Marcell

No comments: