Aku duduk ditemani secangkir teh hangat, menyaksikan airmata
langit menjatuhkan diri ke pelukan bumi.
Kepulan asap teh hangat itu membelaiku lebih dari sekedar
rindu, aku biarkan imajiku menari berhujan di ujung pucuk daun. Tak pernah
beranjak dari cerita favoritku. Kamu.
Lamunanku tergoyah oleh sebuah pesan singkat darimu, “aku
sedang menatap hujan di jendelaku. Mereka cantik”.
Aku tersenyum, “begitupun kamu”, balasku dalam hati.
Kulanjutkan lamunanku, detik demi detik itu terlalu megah
untuk tidak kubagi denganmu.
Aku semakin menikmati nada rintik hujan yang menyerah di
kilau jendelaku,
Aku semakin mengagumi rintik air yang berdansa terjatuh di
hadapanku,
Di satu hujan dari langit yang sama, semesta membuat kita
memandang hujan yang sama walau lewat jendela yang berbeda.
Kusesap tegukan terakhir teh ku, lalu kubalas pesanmu.
“kita sama-sama mencintai hujan, semoga kita segera
mencintai kita”.

1 comment:
Lovely!
Post a Comment