Di bawah langit para dewa, di tanah yang sama dimana Athena
pernah jatuh cinta. Aku menatap hamparan langit Yunani, hatiku bergemuruh,
rinduku berkecamuk, tanpa sadar semilir angin malam menawarkan pengakuan. Ya
ternyata rinduku masih menunduk pada pesonamu.
Kamu yang telah kusimpan dalam sudut kecil dalam hatiku,
seketika menyeruak muncul dalam segala kemungkinan,
Kemungkinan untuk mencintai kembali,
Kemungkinan untuk membingkai (kembali) setiap impian indah
yang pernah kita rangkai,
Kemungkinan untuk kembali berharap lingkar emas mungil itu
bisa bertahta di jari manismu.
Ya, cincin kecil yang telah kubawa keliling ke tempat yang
menakjubkan hanya untukmu, cincin kecil yang memang selalu untukmu, denganmu
atau tanpamu hidupku kelak. Cincin kecil dengan nama perempuan yang pernah
sangat kucintai melingkar di dalamnya.
Malam ini, asa ku kembali mengudara, terbang bersama para
cupid yang selalu luput, sepersekian detik aku merasa bodoh, aaahh tapi
bukankah manusia yang (kembali) jatuh cinta itu semuanya bodoh? Aku tak
peduli.. aku terbang di atas langit Yunani dengan asaku terhadapmu menjadi
masing-masing sayapnya.
Aku mencoba menghubungimu, dan... aku melihatmu, dengan
pilihanmu.
Seketika sayapku terbakar api bernama realita, kenyataan
tanpa ampun membenamkanku kembali ke bumi, menghujamku dengan berjuta ingatanku
tentangmu, tentang segala gelak dan tangis yang terlewati dalam masaku
bersamamu.
Para dewa menjadi saksi pasrahnya sebuah pengakuan, menjadi
saksi lemahnya sebuah kepercayaan, menjadi saksi bagaimana pengkhiatan dan kesalahpahaman
bisa menjadi sebuah garis yang amat sangat tipis.
Aku tersadar akan terlalu banyak hati yang kita lukai untuk
sekedar menjalani hubungan yang ternyata saling menyakiti
Bersamamu aku bagaikan berjalan, bergandengan tangan namun
berjalan di atas pecahan kaca, bersama tapi melukai. Kita memaksakan untuk
berjalan bersama walau kita tahu setiap langkah kita meresap rasa sakit.
So i decide to leave..
Aku akan berjalan memunggungimu, aku tak akan berbalik lagi,
tolong bantu aku..
Jangan jadikan aku spasi diantara ketidakbahagiaanmu dengan
pilihanmu, karena buatku menjadi tidak peduli padamu itu maha sulit.
Jangan pula jadikan keburukan aku di matamu sebagai spasi
keraguan diantara keyakinanmu merasa bahagia,
Sudah saatnya aku berhenti menyakiti orang yang
menyayangiku, sudah saatnya kita
berhenti menyakiti dia, meyakiti mereka, menyakiti kamu, dan sudah saatnya aku
berhenti untuk menyakiti diriku sendiri.
Sulit bagiku untuk melepasmu, getaran tanganku saat menulis
pesan untukmu, gemertak rahang yang beradu entah menahan lisan atau mengekang tangis
mungkin adalah refleksi yang jelas dari semua itu.
Manusia diciptakan untuk saling mencintai siapapun, tapi
hanya segelintir orang beruntung yang bisa memiliki cinta yang dicintainya.
Tapi pada akhirnya waktu akan menuntun cinta untuk bertemu cinta yang pantas
dan memang diperuntukan untuknya.
To fall in love is easy, to stay in love is an option..
I stayed, you left.
So now, i decide to leave.
Tuhan bantu aku mengikhlaskanmu..
No comments:
Post a Comment