"Aku kehilangan kata disaat ku kehilangan cinta.. Sekarang aku mulai belajar mencintai kata.. Agar aku ingat rasanya mencintai cinta..."

Monday, June 3, 2013

-Story of a friend- So i decide to leave..


Di bawah langit para dewa, di tanah yang sama dimana Athena pernah jatuh cinta. Aku menatap hamparan langit Yunani, hatiku bergemuruh, rinduku berkecamuk, tanpa sadar semilir angin malam menawarkan pengakuan. Ya ternyata rinduku masih menunduk pada pesonamu.

Kamu yang telah kusimpan dalam sudut kecil dalam hatiku, seketika menyeruak muncul dalam segala kemungkinan,
Kemungkinan untuk mencintai kembali,
Kemungkinan untuk membingkai (kembali) setiap impian indah yang pernah kita rangkai,
Kemungkinan untuk kembali berharap lingkar emas mungil itu bisa bertahta di jari manismu.
Ya, cincin kecil yang telah kubawa keliling ke tempat yang menakjubkan hanya untukmu, cincin kecil yang memang selalu untukmu, denganmu atau tanpamu hidupku kelak. Cincin kecil dengan nama perempuan yang pernah sangat kucintai melingkar di dalamnya.

Malam ini, asa ku kembali mengudara, terbang bersama para cupid yang selalu luput, sepersekian detik aku merasa bodoh, aaahh tapi bukankah manusia yang (kembali) jatuh cinta itu semuanya bodoh? Aku tak peduli.. aku terbang di atas langit Yunani dengan asaku terhadapmu menjadi masing-masing sayapnya.
Aku mencoba menghubungimu, dan... aku melihatmu, dengan pilihanmu.

Seketika sayapku terbakar api bernama realita, kenyataan tanpa ampun membenamkanku kembali ke bumi, menghujamku dengan berjuta ingatanku tentangmu, tentang segala gelak dan tangis yang terlewati dalam masaku bersamamu.

Para dewa menjadi saksi pasrahnya sebuah pengakuan, menjadi saksi lemahnya sebuah kepercayaan, menjadi saksi bagaimana pengkhiatan dan kesalahpahaman bisa menjadi sebuah garis yang amat sangat tipis.
Aku tersadar akan terlalu banyak hati yang kita lukai untuk sekedar menjalani hubungan yang ternyata saling menyakiti

Bersamamu aku bagaikan berjalan, bergandengan tangan namun berjalan di atas pecahan kaca, bersama tapi melukai. Kita memaksakan untuk berjalan bersama walau kita tahu setiap langkah kita meresap rasa sakit.

So i decide to leave..

Aku akan berjalan memunggungimu, aku tak akan berbalik lagi, tolong bantu aku..
Jangan jadikan aku spasi diantara ketidakbahagiaanmu dengan pilihanmu, karena buatku menjadi tidak peduli padamu itu maha sulit.
Jangan pula jadikan keburukan aku di matamu sebagai spasi keraguan diantara keyakinanmu merasa bahagia,

Sudah saatnya aku berhenti menyakiti orang yang menyayangiku,  sudah saatnya kita berhenti menyakiti dia, meyakiti mereka, menyakiti kamu, dan sudah saatnya aku berhenti untuk menyakiti diriku sendiri.

Sulit bagiku untuk melepasmu, getaran tanganku saat menulis pesan untukmu, gemertak rahang yang beradu entah menahan lisan atau mengekang tangis mungkin adalah refleksi yang jelas dari semua itu.

Manusia diciptakan untuk saling mencintai siapapun, tapi hanya segelintir orang beruntung yang bisa memiliki cinta yang dicintainya. Tapi pada akhirnya waktu akan menuntun cinta untuk bertemu cinta yang pantas dan memang diperuntukan untuknya.

To fall in love is easy, to stay in love is an option..

I stayed, you left.

So now, i decide to leave.

Tuhan bantu aku mengikhlaskanmu..

No comments: