“Jika ada nada baru untuk nyanyikan lagu cinta, aku akan bernayanyi
Jika ada kata yang belum dicipta oleh pujangga, aku akan bersuara
Saat semua kata kehilangan makna, saat segala upaya terasa hampa..
Sekarang lah itu, beginilah aku, berdiam tanpa daya hanya karena kehadiranmu.”
-Marcell-
Mata hitam itu, tak lebih dari 3 kali aku melihatnya.
Tapi itu cukup, sungguh cukup untuk menjebakku kedalam suatu kompleksitas perasaan,
Aku tau ini sulit, karena kamu....yah, kamu pun tahu bagaimana muaknya terjebak dalam perasaan seperti ini, disaat harus memilih ruang antara pikiran dan hatimu.
Mata hitam itu,
Legam, sehitam tempat dimana aku tersesat ini, mencoba untuk menciptakan sebuah rasionalitas perasaan yang pun aku tahu sangat sulit.
Perasaan ini baru, perasaan dimana aku merasa takluk tanpa harus berlutut didepan hatimu, takluk tanpa merasa kalah, karena justru karena ketaklukan itu aku merasa...bahagia...
Karena aku takluk kepada pesonamu, kepada sesuatu yang hanya dengan membayangkannya pun aku merasa bangga..
Ya, itu semua terefleksikan dengan sempurna dalam bulat hitam matamu.
Kamu tahu? Bahwa bagian terindah dari masa laluku pun tak sanggup untuk sadarkanku dari adiksi pesonamu.
Pahami siratan sikapku..
Bacalah guratan perhatianku dalam setiap ukiran kataku untukmu..
Bahkan dalam diamku, aku menyimpan kagum padamu, pada sikap polosmu, manjamu..
Saat berada denganmu, aku tak peduli dengan dia, dia maupun dia.. aku hanya ingin kamu..
No comments:
Post a Comment