
Rembulan tersungging, seperti halnya lampu-lampu malam yang menari-nari meriah. Satu dua daun jatuh, terhempas ke tanah tanpa suara sedikitpun, kecuali hanya debu yang tersapu sewajarnya. Senyum-senyum pualam, jadi warna kesejatian malam ini, akhir Desember hanya akan terbilang sejari tangan lagi, tak terasa waktu makin berhamburan, belum sempat bermimpi sekalipun, obsesiku membeku sebelum masanya, padahal batang-batang bakau harus selalu perkasa dihantam ombak kehidupan, membara seperti keinginan yang membuta, karena bintang di bulan Desember itu malah bersembunyi ketika kutunjuk…
Terhuyung aku dalam niat yang sukar melingkar, siklus senyum-tertawa-menangis menyekapku dari belakang, penat tak urung membenturkan makna didahiku hingga berdarah, seperti terlukis engganku dalam percikan merah hariku di tembok putih berukuran 2 x 12 jam. Mulutku berbusa sekedar ingin mengatakan mau apa hari ini, lidahku kelu sekedar ingin bicara mau apa besok, dan bibirku terkatup rapat sekedar ingin berteriak mau apa aku lusa nanti ? seharian ini aku berputar pada poros kelalaian, kemalasan jadi spasi antara akal dan hati, pikiranku hanya temenung, berlari-lari kecil antara tertawa dan menangis yang semu, dan tanganku masih menunjuk bintang walau jauh………
Aku terkulai, meleleh dalam keringat dingin yang menyiksa, membasahi sekujur tubuh tanpa ampun, tetes demi tetes peluh membengkok terhempas, tak kuasa menahan angin timur yang melerai damai, tak terasa air matapun menimpali, bertutur kata lemah lembut pada kenyataan yang perkasa, bahkan aku biarkan nyamuk-nyamuk berpesta pora bertubi-tubi melubangi pembuluh darahku, jika saja jadi kifarat bagi dosa-dosaku, maka aku akan teguh dan terjaga mengacungkan telunjukku tinggi-tinggi pada bintang, meski kerlipnya memudar dalam jelaga awan………
Ya, kamu yang tersenyum dan menangis disana,kamu lah bintang itu…
Dosa ini terlalu perih, karena waktu takkan berulang dalam hari yang sama, seperti halnya tubuh yang teriris-iris 400 sabetan pedang ketika pintu taubat tertutup, karena kita terlalu obsesif pada mimpi-mimpi dunia, bersahabat dengan kehidupan sang hedon, dan memelihara diri dalam hubbud dunya yang melenakan. Bintang bercahaya hanya untuk kau tunjuk, mustahil kau jatuhkan untuk dimiliki……..Bersyukurlah untuk setiap nikmat yang kau dapati, sekalipun itu sebuah kekecewaan, karena setiap kejadian adalah milik Allah SWT, termasuk bintang-bintang ada dalam genggaman kebesaran-NYA. Yang terlihat baik bagi mu, belum tentu yang terbaik bagimu..yang menyakitkan bagimu, bia jadi yang terbaik bagimu, kareana tanpa kita sadari kadang kita bukan mencari jalan yang "terbaik" tapi berusaha mencari jalan yang "terenak" untuk kita..
“Satu takkan habis, seribu takkan puas”
Andika Winchester Saputra
No comments:
Post a Comment