
Senja..
Mengapa namamu selalu menarik untuk kuucap? Mengapa kesederhanaan nama itu selalu meresap jika dirasa?
Senja..
Engkau adalah batas antara siang dan malam..
Sang pembeda antara terang dan gelap..
Sang pemikat raga dengan kilatan cahaya jingga..
Engkau tiba dan menghilang sekejap, tapi pesonamu melebihi teriknya siang dan abadinya malam..
Senja..
Engkau hadir disaat titik tercantik mentari..
Engkau menuntun sang mentari renta itu ketempat peristirahatannya di malam hari..
Engkau lah sang senja..
Titik netral dimana tidak ada panas dan dingin.. Hanya kehangatan..
Titik temu dimana tidak ada emosi dan logika.. Hanya cinta..
Senja..
Engkau lah pemisah antara sang budak siang dan pecinta malam..
Pemisah antara penguasa ego dan pemburu nafsu..
Padahal engkau hanya sesosok senja..
Senja..
Banyak orang memuja namamu..
Menyembah kecantikanmu..
Tapi kau seolah tak peduli..
Kau tetap merendah dengan segala pesonamu..
Seolah kau berkata.. "aku hanya untuk kalian pikat.. Bukan dimiliki.."
Senja...
No comments:
Post a Comment