
Kenapa perempuan membanggakan keperempuannya, dan begitu pun lelaki memperlakukan kejantanannya. Berbagai cara dilakuakn untuk saling menonjolkan diri, membangun citra diri (self image) sesuai dengan tuntutan zaman, semuanya cenderung diserahkan pada laju trend budaya pop, yang membingkai simbol modernitas.
Bedanya sangat tipis, antara perempuan waras yang sengaja tampil seksi dengan perempuan tidak waras yang seksi karena gak punya baju, bedanya Cuma satu hal, ada yang mandi dan ada yang gak pernah mandi. Entah apa motif yang membuat orang-orang lebih percaya diri dalam pakaian minimalis, yang memperlihatkan detil-detil tubuh nampak dari luar.
Tatapan-tatapan asyik, tidak selalu sebuah sanjungan tanda kagum, jadi tak ada alasan untuk gede rasa, dan merasa paling cantik. Karena seksi sangat multi interpretasi, tersekat dalam personalisasi ide-ide dan selera yang mempribadi. Kata siapa kalau seksi itu berarti paha, dada dan pusar. Karena seksi hanya sebuah epigonisme bahasa, sebuah tyran of word (tirani kata), untuk mengungkapkan sautu keadaan yang menarik dari jenis kelamin manusia, perempuan atau laki-laki.
Karena seksi sama sekali bukan gambaran dari kondisi secara pshycally, maka akan lebih objektif jika ada klaim tentang inner beauty. Klaim ini merupakan sebuah resistensi dari inklusivitas makna berpakain, yang hanya mencerminkan simbol status saja, jauh dari khittahnya sebagai pelindung tubuh. Jadi inner beauty pun hanya akan dimiliki oleh orang-orang yang menjaga kesakralan tubuhnya dari terpaan pandangan-pandangan iseng dan dari mempermainkan libido-libido publik.
Jadi harus kita simpan dimana jika menemukan sesuatu yang sedap untuk dipandang, memejamkan mata, melihat dari celah-celah jari, pura-pura gak liat atau memalingkan pandangan. Ikuti aja apa yang harus dilakukan, toh resiko ditanggung sendiri. Tapi ada baiknya juga jangan ambil resiko, tapi terserah deh, kalo emang ga kasihan ma orang yang objek keisengan semua orang, walaupun salah sendiri, napa iseng mameri tubuh.
Sorry kalau ada yang tersinggung, aku cuma aneh aja ma sebagian orang-orang. Katanya pengen dibilang seksi, tapi kalau ada orang melotot liatin malah marah, apa salahnya yang liat…?
“ Hidup jangan Cuma pake logika, ingat lo juga punya hati say….”
Andika Winchester Saputra
No comments:
Post a Comment