"Aku kehilangan kata disaat ku kehilangan cinta.. Sekarang aku mulai belajar mencintai kata.. Agar aku ingat rasanya mencintai cinta..."

Tuesday, December 13, 2011

Last letter...

“It’s not right, not OK.. Say the words that you say.. maybe we better of this way?
Im not fine, im in pain.. its harder everyday.. maybe we better off this way? Its better that we break..”
–Better that we break, Maroon 5-

Rani..
Satu helaan nafas, kuhembuskan..
Ribuan rasa sesak ingin kumuntahkan, jutaan rasa perih ingin kuteriakan..
Jika kau melihat getaran mata ini menahan tangis, jika kau melihat gemetaran raga ini meredam asa..
Jika kau merasakan hati ini berlumuran rindu.. mungkin kau akan tahu..
Jika kau tahu sebagaimana indera ini menginginkanmu.. mungkin kau akan sadar..
Kupinang kata demi kata untuk kuuntai dalam tulisan, karena tak kunjung ku temukan lisanku..
Dalam kata ini kutitipkan rindu, tangis, cinta dan ikhlasku... ya ikhlasku untuk melepasmu..

Kusembunyikan rasaku dalam setiap goresan ini, agar hanya tegar dan angkuh yang dapat kau lihat dari raga ku..
Kusembunyikan setiap butiran air mata, agar hanya kekerasan yang kau lihat dari sikapku..
Itulah diriku, yang ingin kuperlihatkan padamu, sebuah kerapuhan yang bercangkang kepalsuan sikapku..
Aku berdarah, aku tidak baik baik saja.. perasaan ini semakin hari semain mendesakku..
Memojokanku ke sudut kehampaanku, sudut dimana sekarang aku tinggal.. tanpamu..
Tapi, kamu tahu? Mungkin kita lebih baik begini...
Sekali lagi aku terluka.. dan ku tahu kau juga..
Altar itu, mimpi itu, nama-nama itu.. simpan di ruang itu, di dalam hatimu, karena aku pun begitu..

Cinta dan kebahagiaan ternyata butuh pengorbanan, walau ternyata yang harus dikorbankan itu adalah cinta itu sendiri.. simpan kebahagiaan itu untukmu, dan masa depanmu.. yang mungkin tanpa aku di dalamnya..
Kamu tahu? aku punya cinta, besar.. bahkan mungkin terlalu besar.. tapi terkadang cinta membuktikan kekuatannya, menegaskan bahwa cinta itu ada hanya untuk cinta itu sendiri, bukan untuk dimiliki..
Aku tidak baik baik saja.. berusaha menjadi angkuh itu menyakitkan! Bersikap keras itu melukai, bahkan untukku.. apalagi di depanmu.. cinta megahku..
Cinta aku, cinta kamu, kita memang ada untuk dicintai dan diungkapkan.. tapi cinta juga terkadang datang hanya untuk membantu kita mengerti siapa diri kita. Mungkin itu yang sedang Tuhan sampaikan pada hati kita..

Hari hariku sepi, Rani..
Semakin hari semakin sepi,tapi tak ingin kutebak hari harimu..
Karena itu harimu, bukan hariku..
Aku menangis, dan kau pun juga.. aku tahu kita terluka.. aku tahu kita terjatuh.. terbenam..
Tapi hidup itu hanya sebuah fase, bukan?
Kelak kita akan tersenyum, menangis lagi, terbahak, meringis lagi, tapi itu namanya hidup kan, Rani?
Cari lah senyummu, carilah bahagia mu.. cari lah belahan sayapmu..
Temui imam mu, jadi lah rusuknya yang hilang.. nyamanlah kamu didekapannya, bermanjalah kamu diiringi detak jantungnya..
Aku akan bahagia, Rani.. insya Allah.. karena mungkin semua itu tidak bisa kau dapat dari aku..
Temukan semua rasa mu, Rani..
Dan aku akan temukan rasa ku..

“maybe we better off this way? Its better that we break..”
Ya mungkin kita lebih baik seperti ini..
Berjalan masing-masing, mencari asa yang tercecer..

Aku....
Sayang..
Kamu...
Rani...


Andika Winchester Saputra

No comments: